Kapolri Dorong Peningkatan SDM Sebelum Masuk Dunia Industri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat, 11 September 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Kapolri Dorong Peningkatan SDM Sebelum Masuk Dunia Industri

Muhammad Adyatma Damardjati • 11 September 2026 15:40

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong untuk meningkatkan kuliatas sumber daya manusia (SDM) sebelum memasuki dunia industri. Dengan begitu, buruh berpeluang menempati posisi manajerial tingkat tinggi di perusahaan. 

"Setuju dari buruh memegang posisi-posisi manajerial tingkat tinggi? syaratnya satu: terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia," kata Listyo kepada para buruh dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jumat, 11 September 2026.

Di sisi lain, Jenderal Listyo mendorong seluruh kawasan industri di Indonesia mereplikasi kesuksesan SMK Mitra Industri MM2100 yang dinilai berhasil mencetak sumber daya manusia terampil dan kompetitif. Kapolri menyoroti inisiatif pengusaha di MM2100 yang mendirikan SMK Mitra Industri dengan kurikulum vokasi yang membekali siswanya keterampilan praktis dan penguasaan enam bahasa asing.

"Saya dengar siswa-siswinya sangat luar biasa, menguasai hampir enam bahasa. Dan saya dengar juga banyak dari siswa-siswi ini yang diminta untuk langsung di-hire kerja di luar negeri," ujar Listyo Sigit.

Ilustrasi SDM Indonesia/Medcom.id

Lulusan SMK Mitra Industri tersebut terbukti langsung terserap dunia kerja, bahkan diminati oleh negara-negara maju seperti Jepang dan Jerman. Mantan Kabareskrim Polri ini menilai pencapaian itu sebagai bukti penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dapat membuka peluang kerja yang luas, termasuk di pasar internasional.

"Tolong ini terus dibangun. Saya mengimbau di seluruh kawasan industri yang ada di Indonesia untuk melakukan hal yang sama, sehingga kemudian ada kepedulian untuk mempersiapkan kualitas SDM," ujar Listyo.

Menurutnya, industri yang dibangun harus didukung oleh kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu bersaing di tingkat global. Dengan penguatan SDM melalui pendidikan vokasi, Listyo optimistis program hilirisasi nasional dapat berjalan sukses.

Ia menekankan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar menjadi modal utama, asalkan dibarengi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dengan ekonomi yang berdaya saing tinggi.

(Siti Yona Hukmana)