Dukung Kebijakan Prabowo, Buruh Siap Kawal Upah 2027 dan UU Ciptaker

Presiden KSPI sekaligus Utusan Khusus Presiden, Said Iqbal. Foto: Metro TV/Damar.

Dukung Kebijakan Prabowo, Buruh Siap Kawal Upah 2027 dan UU Ciptaker

Muhammad Adyatma Damardjati • 11 September 2026 13:54

Jakarta: Kalangan buruh menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto. Sebab, kebijakan yang dibuat dinilai pro-pekerja.

"Presiden Prabowo menaikkan 6,5 persen. 2026 kembali Presiden Prabowo menaikkan upah untuk meningkatkan daya beli buruh, itu 6,5 persen sampai enggak nyangka kan," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jumat, 11 September 2026.

Selain kenaikan upah, Said Iqbal menyoroti kebijakan pemerintah yang menahan harga Pertalite dan solar serta menurunkan harga gas industri dari 20 dolar AS menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Menurut dia, kebijakan tersebut membantu menjaga stabilitas perusahaan sehingga berdampak positif pada keberlangsungan kerja dan kesejahteraan buruh.

Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Said menegaskan bahwa buruh tetap akan turun ke jalan untuk mengawal dua tuntutan utama. Pertama, penetapan Upah Minimum 2027 yang akan dibahas pada akhir tahun ini. Kedua, revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang ditargetkan rampung pada 30 Oktober 2026.

"Kita tetap demo Pak Kapolri menjelang RUU Ketenagakerjaan dan menjelang penetapan upah minimum," ungkap Said.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang hadir dalam acara tersebut mempersilakan buruh menyampaikan aspirasinya. Namun, ia menekankan syarat mutlak bahwa aksi harus berjalan tertib dan tidak mengganggu kondusivitas nasional.

Ilustrasi buruh. Foto: MI.

"Kalau enggak turun ke jalan kayaknya tubuhnya kurang lengkap. Tapi saya yakin kawan-kawan buruh ini walaupun jumlahnya sangat besar, tapi kalau turun selalu tertib," ujar Kapolri.

Dengan hubungan yang semakin membaik antara buruh, pengusaha, dan pemerintah, Said Iqbal memastikan buruh akan tetap menjaga ketertiban dan keamanan Jakarta.

Namun, ia menegaskan bahwa aspirasi buruh akan terus disampaikan melalui jalur dialog maupun aksi damai, demi terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh pekerja Indonesia.

(Anggi Tondi)