17 Sandera Termasuk 4 Warga Thailand Dibebaskan Hamas

Para sandera yang dibebaskan Hamas menaiki mobil Palang Merah pada Sabtu malam, 25 November 2023. (AP/Fatima Shbair)

17 Sandera Termasuk 4 Warga Thailand Dibebaskan Hamas

Willy Haryono • 26 November 2023 10:15

Gaza: Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok pejuang Palestina Hamas berlanjut di hari kedua pada Sabtu, 25 November 2023. Hamas membebaskan 17 sandera, termasuk empat warga negara Thailand. 

Hamas sempat menunda pembebasan sandera selama beberapa jam, seraya mengeklaim bahwa Israel telah melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata.

Namun tak lama setelah tengah malam, militer Israel mengatakan para sandera telah dibebaskan, termasuk empat warga Thailand. Mereka semua telah dipindahkan ke Israel dengan diantar mobil Palang Merah. Para sandera dibawa ke rumah sakit untuk diobservasi dan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.

Melansir  dari laman One India, Minggu, 26 November 2023, Israel membebaskan tambahan 39 warga Palestina pada Sabtu malam sebagai bagian dari kesepakatan yang akhirnya tercapai setelah upaya mediasi internasional.

Sandera Israel yang dibebaskan pada Sabtu kemarin oleh Hamas termasuk tujuh anak-anak dan enam wanita, lapor kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sebagian besar sandera yang dibebaskan berasal dari Kibbutz Beeri, sebuah komunitas yang dirusak Hamas selama serangan lintas batas pada 7 Oktober, kata juru bicara kibbutz.

Anak-anak yang disandera berusia antara 3 hingga 16 tahun, dan para wanita berusia antara 18 hingga 67 tahun.

Seorang juru bicara kibbutz mengatakan semua sandera yang dibebaskan memiliki anggota keluarga yang terbunuh dalam serangan kilat Hamas pada 7 Oktober, atau telah meninggalkan orang yang mereka cintai di tempat penawanan sandera di Gaza.

Ibu dari salah satu sandera yang dibebaskan, Hila Rotem yang berusia 12 tahun, masih ditahan, kata juru bicara tersebut. Individu lainnya, Emily Hand, adalah seorang gadis yang ayahnya diyakini sudah meninggal selama berminggu-minggu sebelum mengetahui bahwa dia disandera.

Penundaan pembebasan di menit-menit terakhir telah menciptakan ketegangan di hari kedua gencatan senjata, yang seharusnya berlangsung selama empat hari. Menjelang malam, ketika para sandera seharusnya sudah keluar dari Gaza, Hamas menuduh bahwa pengiriman bantuan yang diizinkan Israel tidak memenuhi janji dan tidak cukup bantuan yang sampai ke Gaza utara.

Hamas juga mengatakan tidak cukup banyak tahanan veteran yang dibebaskan di pertukaran hari pertama pada Jumat lalu.

Hal ini sempat membuat kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam bahaya, kata Osama Hamdan, seorang pejabat senior Hamas, di Beirut. Namun Mesir, Qatar, dan Hamas sendiri kemudian mengatakan bahwa hambatan tersebut berhasil diatasi, dan Hamas menyebutkan bahwa enam perempuan dan 33 remaja laki-laki akan dibebaskan Israel.

Baca juga:  Israel Langgar Aturan Gencatan, Hamas Tunda Pembebasan Sandera

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Willy Haryono)