Pangeran Belgia Tolak Undangan Epstein, Mengaku Pernah Bertemu Dua Kali

Pangeran Laurent dari Belgia. (Anadolu Agency)

Pangeran Belgia Tolak Undangan Epstein, Mengaku Pernah Bertemu Dua Kali

Willy Haryono • 3 February 2026 12:16

Brussels: Pangeran Laurent dari Belgia pada Senin kemarin mengatakan bahwa ia menolak beberapa undangan dari terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein serta membantah pernah menghadiri acara publik atau korporasi apa pun yang melibatkan Epstein, menyusul laporan bahwa namanya muncul dalam dokumen Epstein.

Berbicara kepada Belga News Agency, Pangeran Laurent mengatakan pernyataannya bertujuan untuk “mengakhiri rumor.”

“Selama magang saya di PBB dan sebuah bank besar di pusat keuangan New York, saya beberapa kali didekati oleh Epstein. Ia mengajukan pertanyaan kepada saya, yang selalu saya tolak. Ia ingin bertemu orang tua saya untuk memperkenalkan mereka kepada teman-temannya yang miliarder. Saya mengatakan kepadanya bahwa orang tua saya tidak untuk dijual,” ujarnya, dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 3 Februari 2026.

Laurent menambahkan bahwa Epstein mencoba memanfaatkannya sebagai penghubung ke sekolah dan universitas di Eropa “agar ia bisa mengajar ekonomi di sana, terutama di universitas dengan mahasiswi,” dan menegaskan bahwa ia menolak usulan tersebut.

Sang pangeran juga mengatakan bahwa Epstein kemudian mengundangnya terlibat dalam sebuah proyek lingkungan yang “jelas-jelas dimaksudkan untuk melakukan korupsi,” yang kembali ia tolak.

Laurent selanjutnya menyebut bahwa pada 2012, Epstein mengundangnya ke sebuah jamuan makan malam di Paris, yang disebut-sebut dihadiri seorang kepala negara dan para pengusaha berpengaruh.

“Saya kembali menolak undangannya, dengan mengatakan bahwa saya tidak tertarik pada pamer kekayaan yang mencolok dan tidak membutuhkan dirinya untuk berinteraksi dengan para kepala negara. Ia menjawab dengan frustrasi bahwa tak ada seorang pun yang menolak undangan semacam itu,” kata Laurent.

Pertemuan Pribadi

Dalam pernyataan kedua kepada Belga, Pangeran Laurent mengklarifikasi bahwa ia pernah bertemu Epstein secara pribadi sebanyak dua kali, setelah sebelumnya menyatakan tidak pernah menghadiri acara apa pun yang melibatkan Epstein.

“Ketika saya mengatakan tidak pernah menghadiri acara di mana Epstein atau lingkarannya hadir, yang saya maksud adalah acara publik atau korporasi. Namun, saya memang bertemu Epstein secara pribadi dua kali atas permintaannya: sekali pada awal 1990-an dan sekali lagi pada awal 2000-an,” ujarnya.

Sang pangeran tidak merinci tujuan atau lokasi pertemuan tersebut, namun kembali menegaskan bahwa Epstein berupaya memanfaatkannya untuk mendapatkan akses ke keluarganya.

Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, bersama sekitar 2.000 video dan 180.000 gambar terkait penyelidikan Epstein.

Meski disebut sebagai rilis besar terakhir untuk memenuhi kewajiban Department of Justice berdasarkan Epstein Files Transparency Act, rilis tersebut bukan pembukaan seluruh dokumen tanpa penyuntingan.

Pengungkapan lebih dari 3 juta halaman itu mencakup rujukan terhadap sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Presiden AS Donald Trump, pengusaha miliarder Elon Musk, pendiri bersama Microsoft Bill Gates, serta mantan Presiden AS Bill Clinton.

Epstein ditangkap pada 2019 atas dakwaan federal perdagangan seks terhadap anak di bawah umur dan konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut. Ia ditolak jaminan oleh pengadilan Manhattan dan kemudian ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di selnya saat menunggu persidangan.

Baca juga:  Pasangan Clinton Sepakat Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Jeffrey Epstein

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)