Pasangan Clinton Sepakat Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Jeffrey Epstein

Bill dan Hillary Clinton. (Anadolu Agency)

Pasangan Clinton Sepakat Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Jeffrey Epstein

Willy Haryono • 3 February 2026 09:29

Washington: Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, yang juga mantan Menteri Luar Negeri AS, telah sepakat untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan Kongres terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Wakil kepala staf Bill Clinton mengonfirmasi kabar tersebut melalui media sosial dengan menulis, “Mantan Presiden dan mantan Menteri Luar Negeri akan hadir.”

Dilansir dari BBC, Selasa, 3 Februari 2026, kesepakatan ini muncul ketika Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik tengah bersiap melakukan pemungutan suara untuk menyatakan kedua Clinton melakukan penghinaan pidana terhadap Kongres karena dianggap mengabaikan panggilan hukum.

Foto Bill Clinton muncul dalam berkas Epstein yang dirilis oleh Department of Justice, meski mantan presiden dari Partai Demokrat itu membantah melakukan pelanggaran apa pun.

Belum jelas kapan pemeriksaan tertutup (deposition) tersebut akan berlangsung, namun ini akan menjadi pertama kalinya seorang mantan presiden AS memberikan kesaksian kepada komite Kongres sejak Gerald Ford pada 1983.

House Oversight Committee yang dipimpin Partai Republik telah menyetujui langkah untuk menyatakan Clinton bersalah karena penghinaan terhadap Kongres pada akhir bulan lalu, dengan dukungan sejumlah anggota Demokrat. Dalam pernyataannya saat itu, Ketua Komite James Comer mengatakan bahwa “tidak ada seorang pun yang kebal hukum.”

Bantahan Bill dan Hillary Clinton

Pengacara keluarga Clinton sebelumnya menyebut surat panggilan tersebut “tidak dapat ditegakkan”, dan menyatakan bahwa klien mereka telah memberikan “informasi terbatas” yang mereka miliki mengenai Epstein. Keluarga Clinton juga menilai panggilan hukum itu sebagai “tidak lebih dari upaya untuk mempermalukan lawan politik, sebagaimana diarahkan oleh Presiden Trump.”

Pada Senin malam, juru bicara Clinton Angel Ureña mengunggah pernyataan di platform X yang mengonfirmasi bahwa pasangan tersebut akan hadir di hadapan komite.

“Mereka bernegosiasi dengan itikad baik,” tulis Ureña dalam unggahan yang ditujukan kepada Komite Pengawas DPR AS. “Kalian tidak.”

“Mereka telah mengatakan di bawah sumpah apa yang mereka ketahui, tetapi kalian tidak peduli,” tambahnya.

Ia juga menulis, “Mereka menantikan penetapan preseden yang berlaku bagi semua orang.”

Bill Clinton tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran oleh para penyintas kekerasan seksual Epstein dan telah membantah mengetahui kejahatan seksual tersebut.

Kedua Clinton juga menyatakan bahwa mereka sebelumnya telah memberikan pernyataan bersumpah kepada Komite Pengawas DPR sebagai bagian dari penyelidikan dan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan yang relevan dengan kasus tersebut.

Clinton dan Epstein

Bill Clinton tampak bersama Epstein dan berada di properti mendiang finansier itu dalam sejumlah foto yang dirilis Departemen Kehakiman setelah Kongres mengesahkan undang-undang yang mewajibkan lembaga tersebut membuka materi terkait penyelidikan Epstein.

Salah satu foto memperlihatkan mantan presiden itu berenang di kolam, sementara foto lain menunjukkan dirinya berbaring dengan tangan di belakang kepala di sebuah bak air panas.

Ureña mengatakan saat foto-foto itu dirilis bahwa gambar tersebut berasal dari puluhan tahun lalu dan Clinton telah memutus hubungan dengan Epstein sebelum kejahatannya terungkap ke publik.

Keluarga Clinton juga mengirimkan surat kepada Comer bulan lalu yang mengkritik penanganannya terhadap penyelidikan Epstein.

“Keputusan-keputusan yang Anda buat dan prioritas yang Anda tetapkan sebagai ketua dalam penyelidikan Epstein telah menghambat kemajuan dalam mengungkap fakta mengenai peran pemerintah,” bunyi surat tersebut.

Mereka menambahkan, “Tidak ada penjelasan yang masuk akal atas tindakan Anda selain politik partisan.”

Ketua Komite Pengawas DPR sebelumnya menegaskan bahwa panggilan hukum terhadap keluarga Clinton disetujui secara bipartisan.

“Kami telah berkomunikasi dengan tim hukum Presiden Clinton selama berbulan-bulan, memberi mereka kesempatan demi kesempatan untuk datang dan meluangkan satu hari, namun mereka terus menunda, menunda, dan menunda,” kata Comer, anggota Partai Republik dari Kentucky.

Baca juga:  Jutaan Dokumen Epstein Dirilis, Departemen Kehakiman AS Bantah Lindungi Trump

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)