Tibet Mastiff Terjual Rp210 Miliar, Jadi Salah Satu Anjing Termahal di Dunia

Anjing Tibet Mastiff merupakan salah satu anjing termahal. (Scrumbles)

Tibet Mastiff Terjual Rp210 Miliar, Jadi Salah Satu Anjing Termahal di Dunia

Willy Haryono • 7 February 2026 20:01

Jakarta: Dunia hewan peliharaan mencatat salah satu rekor terlangka setelah seekor anjing Tibet Mastiff dilaporkan terjual dengan harga USD15 juta atau sekitar Rp210 miliar.

Nilai tersebut menjadikannya salah satu anjing termahal yang pernah tercatat dan menarik perhatian luas karena melampaui harga hewan peliharaan pada umumnya.

Tibet Mastiff merupakan ras anjing purba yang berasal dari dataran tinggi Tibet dan wilayah sekitarnya. Anjing ini dikenal bertubuh besar, berbulu tebal, serta memiliki naluri penjaga yang kuat. Secara historis, ras ini digunakan untuk melindungi kawanan ternak dan properti keluarga di lingkungan pegunungan yang ekstrem.

Ciri fisik Tibet Mastiff yang paling menonjol adalah posturnya yang besar dengan bulu lebat di sekitar leher yang menyerupai surai singa. Penampilannya yang gagah serta kekuatan fisik yang dimiliki membuat ras ini kerap dikaitkan dengan simbol status dan prestise. Selain itu, Tibet Mastiff juga dikenal memiliki sifat setia dan protektif terhadap pemiliknya.

Penjualan Tibet Mastiff dengan harga fantastis tersebut dilaporkan terjadi di Tiongkok, di tengah tren meningkatnya minat terhadap hewan peliharaan eksotis bernilai tinggi. Di pasar tertentu, kepemilikan ras langka seperti Tibet Mastiff tidak hanya dipandang sebagai hobi, tetapi juga sebagai simbol kemewahan dan status sosial.

Permintaan terhadap Tibet Mastiff umumnya datang dari kolektor hewan peliharaan kelas atas. Faktor kelangkaan, sejarah panjang, serta citra eksklusif ras ini turut mendorong harga jual yang sangat tinggi di pasar global hewan peliharaan mewah.

Meski memiliki nilai jual luar biasa, memelihara Tibet Mastiff membutuhkan komitmen besar. Anjing ini memerlukan ruang luas, pola makan khusus, serta perawatan intensif terhadap kesehatan dan kebersihan bulunya. Hal tersebut menjadikan kepemilikan Tibet Mastiff bukan sekadar soal kemampuan finansial, tetapi juga kesiapan tanggung jawab jangka panjang.

Fenomena Tibet Mastiff terjual dengan harga fantastis mencerminkan bagaimana nilai hewan peliharaan dapat melampaui aspek biologis dan memasuki ranah ekonomi serta budaya.

Di balik angka yang mencengangkan, kisah ras ini menunjukkan bahwa hubungan manusia dan hewan kerap dipengaruhi oleh simbol, sejarah, dan makna sosial yang lebih luas. (Keysa Qanita)

Baca juga: Menurut Penelitian, Tumbuh Bersama Anjing Bisa Kurangi Risiko Asma Anak

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)