Orang Utan Koleksi Solo Safari Kabur dari Kandang Masuk Warung Makan

Didi, orang utan bertubuh besar lepas dari kandang dan keluar menuju pemukiman sebelah barat. ( Dok Warga UNS )

Orang Utan Koleksi Solo Safari Kabur dari Kandang Masuk Warung Makan

Widjajadi • 18 August 2026 18:59

Solo: Orang utan bernama Didi, koleksi satwa Taman Solo Safari, lepas dari kandang pada Selasa, 18 Agustus 2026 menjelang sore. Satwa tersebut kemudian bergerak ke area permukiman di sisi barat Solo Safari, kawasan sekitar Universitas Sebelas Maret (UNS).

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan kepanikan di kalangan warga maupun pengguna jalan di sekitar sisi Barat Solo Safari. Meski demikian, warga memilih tidak mendekati atau mengusir orang utan tersebut.

Didi kemudian memasuki halaman Warung Ayam Tulang Lunak Bengawan, Jurug, yang sedang dipenuhi pengunjung. Satwa tersebut sempat merobohkan sejumlah sepeda motor yang terparkir di lokasi.

Manajemen Taman Safari Indonesia (TSI) Group segera mengerahkan tim untuk menangani kejadian setelah menerima laporan mengenai orang utan yang lepas dari kandang.

"Setelah menerima informasi terkait kejadian, TSI Group segera mengerahkan tim internal yang memiliki kompetensi menangani satwa untuk melakukan pengamanan di lapangan," kata Dani Widi Krismara, mewakili manajemen TSI Group, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 18 Agustus 2026.
 


Dani mengatakan proses penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa. Tim menjalankan proses pengamanan sesuai prosedur penanganan satwa.

"Tim berhasil mengamankan orang utan, mengevakuasi dan mengembalikannya ke exhibit dalam kondisi terkendali," imbuh Dani.

Menurut Dani, proses evakuasi juga memperhatikan aspek keselamatan masyarakat serta kesejahteraan satwa. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari standar pengelolaan satwa TSI Group.


Orang utan di Ragunan. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra


Dani mengatakan seluruh rangkaian penanganan berlangsung terkendali. TSI Group kini melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut, termasuk prosedur dan sistem pengamanan yang diterapkan.

"Semua terkendali, dan TSI Group melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian kejadian, termasuk aspek prosedur dan sistem pengamanan. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari," jelas dia.

TSI Group menyampaikan permintaan maaf kepada warga di sekitar kawasan UNS atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden tersebut.

(Whisnu M)