Gempa Susulan di NTT Masih Terjadi Pascagempa M 7,7

Salah satu gedung di Maumere yang ambruk akibat gempa di Mbay Nagakeo. ANTARA/Ho-Tangkapan layar

Gempa Susulan di NTT Masih Terjadi Pascagempa M 7,7

Lukman Diah Sari • 15 August 2026 06:59

Kupang: Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG ) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, pukul 05.58 Wita. Hingga kini, pukul 07.02 Wita, guncangan gempa susulan masih terjadi. 

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama, mengatakan pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur. “lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer,” kata Arief, melansir Antara.


Pusat gempa M 7,7 di NTT. 

Hingga dengan pukul 07.03 WITA, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini (PD) Tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara. Kemudian wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara dan Sikka bagian utara.

"Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto dan Bantaeng," jelas dia.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal tercatat berkekuatan M7,0. Saat itu, Ngada bagian utara berstatus Waspada dengan estimasi waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB. Gempa dirasakan di seluruh pulau Flores, sebagian pulau Sumba, Adonara dan Solor.

(Lukman Diah Sari)