Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Carsurin.com
Harga Minyak Dunia Melonjak 16% Minggu Ini, Brent Tembus USD88/Barel
Husen Miftahudin • 18 July 2026 09:54
Houston: Harga minyak dunia ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 18 Juli 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, naik 4,6 persen menjadi USD88,13 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,5 persen ke USD82,47 per barel.
Secara mingguan, harga Brent melonjak 16 persen, sedangkan WTI naik 15,5 persen. Kinerja tersebut menjadi kenaikan mingguan terbaik Brent sejak April dan lonjakan terbesar WTI sejak pekan pertama pecahnya perang Iran pada awal Maret.
Penguatan harga dipicu eskalasi konflik antara AS dan Iran yang terus berlanjut melalui aksi saling serang. Teheran menyatakan serangan AS menyasar sejumlah infrastruktur, termasuk jembatan, sementara berbagai laporan menyebut Washington tengah menyiapkan opsi perluasan operasi militer terhadap Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz ganggu jalur pengiriman
Laporan media menyebut Washington telah memberi tahu Israel mengenai rencana pengiriman puluhan pesawat pengisian bahan bakar tambahan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan perluasan operasi militer terhadap Iran.
Di sisi lain, militer AS kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Komando Pusat AS mengklaim berhasil menghancurkan menara pengawasan pelabuhan yang selama puluhan tahun digunakan Iran untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan tersebut juga menghantam lima jembatan di sekitar Bandar Abbas. Konflik tersebut berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
Perusahaan pelacak pengiriman Kpler melaporkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz terus menurun. "Lalu lintas di Selat Hormuz terus melemah. Jumlah penyeberangan yang terkonfirmasi turun menjadi delapan pada Kamis, level terendah dalam tiga pekan," tulis Kpler dalam laporannya.
"Sebagian besar kapal memilih rute Iran, mencerminkan meningkatnya konsentrasi pergerakan di koridor berisiko tinggi ketika operator mengevaluasi faktor keamanan, keselamatan awak kapal, dan biaya asuransi," tambah laporan tersebut.
Selain itu, blokade angkatan laut AS terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Persediaan minyak AS turun
Sentimen positif harga minyak juga didukung oleh menurunnya persediaan minyak mentah di Amerika Serikat.
Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) melaporkan stok minyak mentah turun 1,7 juta barel menjadi 409,7 juta barel pada pekan yang berakhir 10 Juli. Persediaan bensin juga berkurang 1,5 juta barel.
Sebelumnya, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sekitar 564 ribu barel pada periode yang sama.
Penurunan stok tersebut mengindikasikan pasar minyak global masih berada dalam kondisi pasokan yang relatif ketat di tengah meningkatnya risiko geopolitik.