Pengurus Besar (PB) Mathlaul Anwar (MA) melakukan kunjungan silaturahim ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Istimewa
BNPT Minta Peran Ormas Islam dalam Penguatan Pancasila dan Pembinaan Eks Napiter
Whisnu Mardiansyah • 21 July 2026 15:53
Bogor: Pengurus Besar (PB) Mathlaul Anwar (MA) melakukan kunjungan silaturahim ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ormas dalam pencegahan radikalisme, penanggulangan terorisme, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono menegaskan pencegahan terorisme dilaksanakan melalui tiga pilar, kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi. BNPT memandang Mathlaul Anwar sebagai mitra strategis dalam penguatan kesiapsiagaan nasional dan program deradikalisasi.
BNPT mengajak Mathlaul Anwar mengedukasi masyarakat soal bahaya radikalisme. Ancaman terorisme kini semakin adaptif, terutama melalui self-radikalisasi di ruang digital. Propaganda radikalisme bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sehingga sulit membedakan informasi benar dan manipulatif, kata Eddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Juli 2026.
BNPT menekankan penguatan ideologi Pancasila, cinta Tanah Air, dan pembinaan eks narapidana terorisme membutuhkan dukungan ormas, termasuk Mathlaul Anwar. Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Mathlaul Anwar, KH Jazuli Juwaini menyampaikan Mathlaul Anwar didirikan tahun 1916 oleh KH Muhammad Yasin, KH Tb Mohamad Soleh, dan KH Mas Abdurrahman. Organisasi ini telah berkiprah di pendidikan, dakwah, dan sosial serta ikut memperjuangkan kemerdekaan.
Mathlaul Anwar memiliki satu universitas, sekitar 3.000 madrasah, sekitar 17 juta warga, dan kepengurusan di 28 Pengurus Wilayah. Organisasi ini sadar persoalan kebangsaan hanya bisa diselesaikan lewat kolaborasi pemerintah dan ormas.
Mathlaul Anwar sebagai ormas Islam memiliki tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Organisasi ini siap bekerja sama dengan BNPT mencegah radikalisme, kata jazuli.
Ia menegaskan Islam tidak mengajarkan radikalisme. Paham radikal lahir dari pemahaman agama yang parsial. Mathlaul Anwar berkomitmen menumbuhkan semangat bela negara dan memberi pemahaman agama yang benar untuk menjaga NKRI dari radikalisme dan terorisme.
Ketua Majelis Amanah PB Mathlaul Anwar, KH Embay Mulya Syarif, menyatakan Mathlaul Anwar adalah mitra strategis BNPT dalam menyebarkan Islam moderat. Dakwah harus dilaksanakan dengan prinsip amar maruf bil maruf dan nahi munkar ghaira munkar, agar umat Islam menjadi perekat persatuan bangsa.
.jpeg)
Ilustrasi Medcom.id
Ia mengapresiasi kerja sama Program Desa Siapsiaga di Menes yang memberi manfaat nyata, seperti bantuan mesin produksi paving block bagi pesantren dan pembangunan jalan desa. Kepala BNPT memastikan program ini bisa dikembangkan di wilayah lain bersama Mathlaul Anwar.
Sekretaris Jenderal PB Mathlaul Anwar, H Yanuar Arif Wibowo, menyampaikan program deradikalisasi, terutama pembinaan eks narapidana terorisme, bisa menjadi kerja sama konkret. Pencegahan radikalisme harus melibatkan semua pemangku kepentingan lewat kolaborasi pemerintah dan ormas untuk membangun ketahanan masyarakat berkelanjutan.
Silaturahim ini menjadi momentum memperkuat sinergi BNPT dan PB Mathlaul Anwar dalam membangun masyarakat tangguh terhadap radikalisme, memperkuat Pancasila, dan menjaga persatuan NKRI.