Aktivitas Pasar Menguat Lagi, Transaksi Kripto Indonesia Capai Rp20,52 Triliun

Ilustrasi aset kripto. Foto: financialcrimeacademy.org

Aktivitas Pasar Menguat Lagi, Transaksi Kripto Indonesia Capai Rp20,52 Triliun

Husen Miftahudin • 1 September 2026 23:48

Jakarta: Jumlah konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto nasional tercatat Rp20,52 triliun, turun 28,2 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai Rp28,58 triliun.

Sementara itu, volume transaksi Indodax pada Juli 2026 tercatat sekitar Rp7,5 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 36,5 persen dari total transaksi kripto nasional pada periode yang sama. Memasuki Agustus 2026, volume transaksi Indodax meningkat sekitar 16 persen menjadi Rp8,7 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai peningkatan volume transaksi pada Agustus menunjukkan aktivitas investor mulai kembali meningkat setelah pasar bergerak lebih landai pada bulan sebelumnya.

"Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan minat terhadap aset kripto masih terjaga. Namun, keputusan transaksi tetap sangat dipengaruhi kondisi pasar, volatilitas, dan strategi masing-masing investor," ujar Aloysia dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
 

Sejumlah kripto menguat


Berdasarkan data CoinMarketCap, sejumlah aset kripto mencatat penguatan dalam satu bulan. Bitcoin menguat sekitar 24,36 persen, Ethereum 32,01 persen, XRP 28,22 persen, Solana 41,33 persen, dan Hyperliquid (HYPE) 61,53 persen.

Penguatan tersebut menunjukkan peningkatan sentimen pasar tidak hanya terjadi pada bitcoin, tetapi juga diikuti sejumlah aset kripto lainnya.

"Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda," jelas Aloysia.

Menurut dia, peningkatan transaksi pada Agustus menjadi bagian dari dinamika pasar yang kembali aktif seiring dengan membaiknya sentimen pasar global. Kendati demikian, pasar kripto masih dipengaruhi kondisi global, likuiditas, serta arah kebijakan moneter.

"Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas. Karena itu, peningkatan transaksi perlu disikapi secara terukur, dengan tetap melakukan riset dan menghindari keputusan yang hanya didorong pergerakan harga jangka pendek," tutur dia.


(Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian. Foto: dok Indodax)
 

Dorong literasi aset kripto


Sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax menegaskan komitmennya untuk terus mendorong masyarakat melakukan riset mandiri sebelum bertransaksi.

Upaya tersebut dilakukan melalui Indodax Academy yang menyediakan edukasi mengenai perkembangan pasar, teknologi blockchain, hingga manajemen risiko. Edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami karakteristik dan risiko aset kripto sebelum mengambil keputusan investasi.

(Husen Miftahudin)