Meski Naik Tipis, Bitcoin Cetak Lonjakan 25% Sepanjang Agustus

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Meski Naik Tipis, Bitcoin Cetak Lonjakan 25% Sepanjang Agustus

Eko Nordiansyah • 1 September 2026 09:42

New York: Bitcoin bergerak sedikit lebih tinggi pada Senin, 31 Agustus 2026, dengan kenaikan yang tertahan oleh komentar bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Sentimen risiko secara umum cenderung lesu setelah adanya eskalasi ketegangan yang tajam antara AS dan Iran.

Dikutip dari Investing, Selasa, 1 September 2026, Bitcoin naik 0,5 persen menjadi USD79.038,3. Aset kripto terbesar di dunia ini berada di jalur untuk mencatat lonjakan bulanan lebih dari 25 persen.

Spekulasi kenaikan suku bunga

Warsh, yang berbicara dalam simposium ekonomi Jackson Hole pada Jumat, menyatakan bahwa bank sentral tetap berkomitmen pada target inflasi tahunan sebesar dua persen.

Meskipun ia tidak secara eksplisit menyebutkan rencana untuk menaikkan suku bunga, komentar Warsh dinilai luas sebagai sikap hawkish, yang memicu peningkatan spekulasi pasar bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan September.

Para pedagang memperhitungkan adanya peluang sebesar 60,4 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, menurut data CME Fedwatch.

Namun, data penting nonfarm payrolls yang akan dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih langsung mengenai rencana bank sentral terkait suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi pertanda buruk bagi aset spekulatif seperti Bitcoin dan mata uang kripto.

Reli sektor ini pada bulan Agustus terutama didorong oleh penurunan tajam imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) menyusul intervensi pasar obligasi oleh Departemen Keuangan AS.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Eskalasi militer AS-Iran memberikan tekanan

Pasar kripto, bersama dengan aset-aset berisiko lainnya, sempat terguncang akibat kembali memanasnya aksi militer antara AS dan Iran. Kedua belah pihak saling melancarkan serangan pada hari Minggu, yang merupakan aksi serupa pertama dalam lebih dari sebulan terakhir.

Harga minyak melonjak tajam akibat perkembangan situasi tersebut, yang turut menambah kekhawatiran mengenai kenaikan inflasi dan suku bunga.

Menambah ketidakpastian terkait Iran, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengisyaratkan rencana penerapan sanksi ekonomi tambahan terhadap Teheran.

Strategy kembali membeli Bitcoin

Strategy melakukan pembelian Bitcoin pertamanya sejak akhir Juni, dengan mengakuisisi 4.603 koin senilai USD369,7 juta pada pekan lalu pada harga rata-rata USD80.318 per koin, demikian disampaikan perusahaan dalam siaran pers pada Senin pagi.

Pembelian tersebut didanai melalui penjualan saham biasa senilai USD602,8 juta. Sisa dana hasil penjualan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) saham preferen STRC perusahaan senilai USD151,8 juta, sementara sisanya dimasukkan ke dalam cadangan kas.

Perusahaan milik Michael Saylor kini memegang total 845.050 bitcoin, yang diperoleh dengan nilai USD63,73 miliar pada harga rata-rata USD75.412 per koin.

Harga altcoin melemah, namun melonjak sepanjang Agustus

Harga sebagian besar aset kripto cenderung turun pada hari Senin, namun tetap berada di jalur untuk mencatatkan kinerja yang kuat sepanjang bulan Agustus.

Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, bergerak tipis di level USD2.480,79, namun berada di jalur untuk mencatat lonjakan sebesar 33 persen selama bulan Agustus.

Cardano, XRP, dan Solana masing-masing melonjak lebih dari 18 persen. BNB turun 0,7 persen namun diperkirakan akan mencatat kenaikan hampir 18 persen sepanjang bulan Agustus.

Di kategori memecoin, Dogecoin mencatatkan kenaikan hampir 18 persen bulan ini, sementara $TRUMP menguat lebih dari 73 persen.

(Eko Nordiansyah)