Empat Kios di Pulogebang Jaktim Terbakar

Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur memadamkan kebakaran yang melanda empat bangunan kios di Jalan Raya Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026) dini hari. (ANTARA/HO-Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur).

Empat Kios di Pulogebang Jaktim Terbakar

Siti Yona Hukmana • 23 April 2026 07:00

Jakarta: Kebakaran melanda empat bangunan kios di Jalan Raya Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis, 23 April 2026 dini hari. Sebanyak 65 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jaktim dikerahkan memadamkan api.

"Total sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dan 65 personel dari wilayah Jakarta Timur dikerahkan untuk mengatasi kobaran api," kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Sunaryo di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.

Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari jajaran Sudin Gulkarmat Jakarta Timur. Sunaryo menyebutkan laporan kebakaran itu diterima dari warga yang menghubungi langsung ke pos pemadam kebakaran. Petugas kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengerahkan unit ke lokasi kejadian.

"Pukul 00.23 WIB, petugas menerima informasi dari warga yang menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 terkait adanya kebakaran di lokasi," ujar Sunaryo.

Setelah menerima laporan tersebut, tim pemadam langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Dari penerimaan berita, kami langsung meluncurkan tahap pertama. Saat tiba di lokasi, api sudah menyala. Namun, dari upaya awal itu, api berhasil dilokalisir sehingga tidak terjadi penjalaran ke bangunan lain," ungkap Sunaryo.

Objek yang terbakar merupakan bangunan gudang dengan kategori bangunan rendah. Peristiwa ini menghanguskan sejumlah kios yang berisi usaha warung makan (warteg), penjualan peralatan listrik, dan jasa pengiriman logistik.

"Empat kios yang terbakar total, dan saat kejadian, kondisi bangunan kosong," kata Sunaryo.

Ilustrasi kebakaran. Foto: Medcom.id.

Dia mengatakan lokasi kebakaran itu relatif mudah dijangkau, sehingga tidak menyulitkan proses pemadaman. Meski demikian, potensi bahaya dari instalasi listrik tetap menjadi perhatian petugas di lapangan.

Terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Petugas masih mengumpulkan data serta keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan sumber api. Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran juga belum dapat dipastikan.

"Untuk penyebab dan kerugian, masih dalam proses penyelidikan karena membutuhkan data dan keterangan saksi," ujar Sunaryo.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian itu menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik di area usaha. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)