Polisi Bongkar Aksi Kekerasan Tempat Penitipan Anak di Yogyakarta, Belasan Orang Ditangkap

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Riski Adrian. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Polisi Bongkar Aksi Kekerasan Tempat Penitipan Anak di Yogyakarta, Belasan Orang Ditangkap

Ahmad Mustaqim • 25 April 2026 16:52

Yogyakarta: Belasan orang digelandang ke Polresta Yogyakarta usai diduga melakukan penyiksaan di tempat penitipan anak (TPA). Polisi membawa orang-orang tersebut setelah sempat menggerebek TPA yang berlokasi di kawasan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Kami telah melakukan penindakan (di lokasi tempat penitipan anak)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, Sabtu, 25 April 2026.

Riski mengungkapkan aparat mendapat laporan dari masyarakat sebelum melakukan penindakan. Poin laporan adanya orang dewasa di dalam bangunan TPA yang diduga melakukan tindak kekerasan.

"(Orang dewasa di dalam gedung TPA) diduga kuat memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan," ujarnya.
 


Salah seorang orang tua, Norman Windarto, 41, mengungkapkan bahwa ia tidak menduga di lokasi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak justru diduga terjadi pelanggaran hukum. Ia menyebut tindakan yang dilakukan terhadap anak-anak tidak manusiawi.

"Melihat dari bukti-bukti video yang kemarin kita lihat di TKP, anak-anak di usia di bawah tiga tahun itu diikat kaki maupun tangannya, kemudian tidak pakai baju, hanya pakai popok," ujar Norman.


Ilustrasi Medcom.id

Norman mengungkapkan bahwa sejumlah anak mengalami luka dengan beberapa di antaranya memiliki karakteristik kesamaan, termasuk di bagian badan. Sejumlah anak yang sempat dititipkan divonis menderita pneumonia. Norman mengaku anaknya juga mengalami luka di bagian tubuh.

"Kebetulan anak saya juga pernah mengalami luka tersebut dan luka tersebut ternyata sama dengan luka anak orang tua yang lain, dan selama dititipkan anak kami sering sakit, bahkan terakhir divonis pneumonia," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)