Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Sejumlah Rute AirAsia Diubah

Ilustrasi penerbangan AirAsia. Foto: dok AirAsia.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Sejumlah Rute AirAsia Diubah

Ade Hapsari Lestarini • 7 September 2026 15:13

Jakarta: Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap sejumlah penerbangan AirAsia dari dan menuju Jakarta. Penyebaran abu vulkanik di wilayah udara sekitar gunung membuat maskapai melakukan penyesuaian terhadap sejumlah penerbangan.

Sejumlah penerbangan AirAsia dari dan menuju Jakarta (CGK) dibatalkan atau dijadwalkan ulang. Penyesuaian juga dilakukan terhadap penerbangan lain yang rutenya berpotensi terdampak penyebaran abu vulkanik.

Melansir pengumuman resmi AirAsia, Jumat, 7 September 2026, untuk penumpang yang penerbangannya terdampak, AirAsia menyediakan sejumlah pilihan pemulihan perjalanan atau Service Recovery Options (SRO).

Pilihan tersebut meliputi pengembalian dana secara penuh melalui metode pembayaran awal, serta Credit Account yang berlaku selama 730 hari sejak tanggal penerbitan dan dikreditkan ke akun anggota AirAsia.

Penumpang juga dapat melakukan perubahan jadwal penerbangan satu kali tanpa biaya dalam waktu 30 hari sejak tanggal keberangkatan awal. Perubahan berlaku untuk rute yang sama dalam jaringan AirAsia dan bergantung pada ketersediaan kursi.


Ilustrasi penerbangan AirAsia. Foto: dok AirAsia.
 

 

Opsi perubahan rute ke destinasi tertentu


Selain itu, tersedia opsi perubahan rute ke destinasi tertentu di Indonesia yang dilayani jaringan AirAsia. Perjalanan dengan rute baru tersebut dapat dilakukan dalam waktu maksimal 30 hari sejak tanggal keberangkatan awal dan tetap bergantung pada ketersediaan kursi.

AirAsia menyatakan telah menginformasikan perubahan status penerbangan kepada penumpang yang terdampak, termasuk pilihan yang tersedia untuk melanjutkan perjalanan.

Maskapai juga mengimbau penumpang yang bepergian dari dan menuju wilayah terdampak untuk memeriksa status penerbangan terbaru sebelum berangkat. Informasi mengenai status penerbangan dapat diperiksa melalui situs resmi AirAsia.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi wilayah udara di sekitarnya masih terus dipantau. Perubahan lebih lanjut terhadap operasional penerbangan akan disampaikan apabila terdapat perkembangan kondisi.

(Ade Hapsari Lestarini)