Jurus Destry Dorong Kebijakan Pro-Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari

Jurus Destry Dorong Kebijakan Pro-Pertumbuhan Ekonomi

Andika Fauzan Azhari • 2 September 2026 19:11

Jakarta: Bank Indonesia siap mengoptimalkan gabungan berbagai instrumen kebijakan untuk memberikan kemudahan pembiayaan ke sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan kerja. Strategi ini menjadi langkah awal jajaran Dewan Gubernur BI baru yang dipimpin Destry Damayanti.

Di tengah tekanan ketidakpastian global seperti fenomena higher for longer, BI memilih fleksibilitas kebijakan (policy mix). Pendekatan ini membagi peran instrumen agar fungsi menjaga stabilitas nilai tukar dan dorongan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan sejajar.

"Kita punya kebijakan utama ada tiga: moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Belum kebijakan lainnya yang terkait UMKM, Ekonomi Keuangan Syariah, dan pendalaman pasar keuangan. Nah, tentunya di kebijakan itu kita akan bermain, mana yang lebih pro-stability, mana yang akan lebih pro-growth," kata Destry usai dilantik di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Ia juga menegaskan kelanjutan insentif kemudahan likuiditas bagi bank-bank penyalur kredit ke sektor prioritas akan terus diperkuat sebagai mesin utama pendorong dunia usaha.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Sinergi lintas lembaga

Langkah akselerasi sektor riil ini juga diselaraskan dengan mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang P2SK. Aturan ini menegaskan peran BI dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di samping menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Untuk memastikan insentif keuangan efektif hingga ke pelaku usaha, BI mengandalkan kerangka kerja Sinergi Merah Putih bersama pemerintah pusat dan kementerian terkait.

"Seperti yang Pak Solikin lakukan di makroprudensial, kita selalu pro-growth ke sana, memberikan insentif buat bank-bank yang akan menyalurkan kreditnya kepada sektor prioritas. Kombinasi atau bauran kebijakan itu akan tetap menjadi tools bagi kita dalam merumuskan suatu kebijakan," jelas Destry.

Melalui penguatan insentif likuiditas dan koordinasi erat antarlembaga, Gubernur BI optimistis penyaluran kredit ke sektor riil dapat mengakselerasi roda perekonomian nasional secara berkelanjutan.

(Eko Nordiansyah)