Norwegia Tahan Kapal Rusia di Svalbard atas Klaim Ukraina

Ilustrasi bendera Norwegia. Foto: Anadolu

Norwegia Tahan Kapal Rusia di Svalbard atas Klaim Ukraina

Fajar Nugraha • 3 September 2026 08:05

Oslo: Otoritas Norwegia menahan kapal Rusia, Professor Molchanov, di Svalbard pada Rabu 2 September 2026 menyusul permohonan dari perusahaan energi milik negara Ukraina, Naftogaz.

“Penahan dilakukan untuk melaksanakan putusan arbitrase senilai sekitar USD4,22 miliar terhadap Rusia,” menurut keterangan Naftogaz, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 3 September 2026.

Penyitaan tersebut diperintahkan oleh Pengadilan Distrik Nord-Troms dan Senja pada 31 Agustus guna menjamin pelaksanaan kewajiban Rusia berdasarkan putusan arbitrase tersebut, yang nilainya mencapai sekitar USD4,22 miliar ditambah bunga dan biaya-biaya terkait.

Putusan tersebut berkaitan dengan pengambilalihan aset milik Naftogaz dan perusahaan-perusahaan lain dalam Grup Naftogaz di Krimea -,wilayah yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014, demikian pernyataan perusahaan tersebut.

Naftogaz menyatakan bahwa putusan arbitrase itu sebelumnya telah diakui dapat dilaksanakan di Norwegia.

Menurut perusahaan tersebut, kapal Professor Molchanov dimiliki oleh Federasi Rusia dan digunakan untuk pelayaran ekspedisi komersial, termasuk perjalanan ke Svalbard.

"Ini merupakan langkah penting lainnya menuju pemulihan keadilan atas penyitaan aset Naftogaz secara tidak sah oleh Rusia di Krimea. Rusia tidak dapat menghindari tanggung jawab hanya dengan menolak mematuhi putusan arbitrase internasional," ujar Penjabat CEO Naftogaz, Sergii Fedorenko.

"Kami akan terus mengejar aset-aset Rusia di seluruh dunia sampai kompensasi yang ditetapkan bagi Naftogaz dan perusahaan-perusahaan Grup Naftogaz lainnya dibayarkan," tambahnya.

Berdasarkan perintah pengadilan, kapal tersebut dilarang meninggalkan lokasinya, sementara Gubernur Svalbard diwajibkan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kapal itu dipindahkan.

Lembaga penyiaran Norwegia, NRK, melaporkan bahwa kapal tersebut ditahan di pelabuhan Barentsburg menyusul perintah pengadilan itu.

Gubernur Svalbard, Lars Fause, mengatakan kepada NRK bahwa pihak berwenang akan membantu pihak-pihak yang terdampak oleh penahanan tersebut serta membantu para awak kapal dan penumpang untuk kembali ke Rusia.

Kapal tersebut tiba di Longyearbyen pada pukul 14.00 Selasa, menurut sistem pelacakan kapal Norwegia. Fause menyatakan bahwa pihak berwenang bermaksud menangani masalah ini secara lokal melalui kerja sama, diskusi, dan dialog dengan pihak berwenang di Barentsburg, sementara persoalan terkait kebijakan luar negeri akan diserahkan kepada Oslo.

Naftogaz menyatakan bahwa para penumpang di dalamnya sedang ditangani oleh pihak berwenang Norwegia.

(Fajar Nugraha)