Presiden AS Donald Trump meninggalkan Gedung Putih menuju bandara untuk memulai kunjungan kengaraan ke Tiongkok, Selasa, 12 Mei 2026. (X/@WhiteHouse)
Tinggalkan Gedung Putih, Trump Memulai Kunjungan Kenegaraan Tiga Hari ke Tiongkok
Willy Haryono • 13 May 2026 09:27
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Gedung Putih pada hari Selasa untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, di mana ia dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping.
Dikutip dari India Today, Rabu, 13 Mei 2026, kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan atas perang AS-Israel di Iran, kekhawatiran pasar minyak global, dan hubungan perdagangan yang rapuh antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Kunjungan tiga hari dari tanggal 13 hingga 15 Mei ini dipandang sebagai momen penting dalam hubungan AS-Tiongkok di tengah meningkatnya persaingan geopolitik, pergeseran rantai pasokan, dan meningkatnya ketegangan di seluruh Indo-Pasifik.
Trump sempat memberikan keterangan kepada awak media sebelum menaiki helikopter Marine One menuju Beijing. Ia diperkirakan tiba di Tiongkok menggunakan Air Force One pada Rabu ini, mendahului rangkaian pertemuan dengan Xi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat.
Pertemuan ini menjadi tatap muka pertama bagi Trump dan Xi sejak KTT APEC di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025. Selain itu, kunjungan ini merupakan perjalanan perdana Trump ke Tiongkok sejak menjabat kembali sebagai Presiden AS untuk periode kedua pada 20 Januari 2025.
Meski sejumlah pejabat AS mencoba meredam isu konflik Iran dalam kunjungan ini, Trump memberikan sinyal beragam mengenai sejauh mana topik tersebut akan dibahas bersama Xi Jinping.
Agenda Selat Hormuz
"Kami akan membicarakannya cukup lama. Sejujurnya, saya pikir dia sudah bersikap cukup baik," ujar Trump saat ditanya mengenai potensi diskusi terkait konflik tersebut dan dampaknya terhadap pasar minyak dengan pemimpin Tiongkok.Namun, beberapa menit kemudian, Trump tampak mengecilkan urgensi isu tersebut. "Banyak hal yang harus kami diskusikan. Sejujurnya saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya, karena kami sudah mengendalikan situasi di Iran dengan sangat baik," ucapnya.
"Saya rasa kita tidak butuh bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya, baik dengan cara damai atau cara lainnya," tambah Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan dari pejabat senior AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent, agar Beijing menggunakan pengaruhnya untuk membantu pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan rute bagi seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah.
Pemerintah Tiongkok secara terbuka menentang konflik tersebut dan dilaporkan telah mendesak semua pihak untuk menahan diri di balik layar, sembari menghindari keterlibatan langsung secara militer. Isu perdagangan dan ekonomi diprediksi akan mendominasi agenda KTT ini. Kedua belah pihak berupaya mencegah terjadinya perang tarif baru menyusul gencatan senjata perdagangan yang dicapai pada Oktober tahun lalu.
Dalam kunjungan ini, Trump didampingi sejumlah pemimpin bisnis papan atas AS, termasuk Elon Musk dan Tim Cook, seiring upaya pemerintahannya mendorong kesepakatan bisnis baru dengan Beijing. Tiongkok juga diperkirakan akan mengumumkan pembelian pesawat Boeing, produk pertanian Amerika, serta pasokan energi dalam pertemuan puncak tersebut.
Pesanan Pesawat Boeing
Sumber industri menyebutkan bahwa pihak Boeing dan pejabat Tiongkok sedang merundingkan potensi pesanan sekitar 500 jet Boeing 737 MAX dan puluhan pesawat berbadan lebar bermesin GE.Jika terealisasi, ini akan menjadi pesanan besar pertama Tiongkok untuk Boeing sejak 2017 sekaligus berpotensi menjadi kesepakatan pesawat terbesar dalam sejarah penerbangan.
CEO Boeing Kelly Ortberg mengatakan optimismenya bahwa pemerintahan Trump dapat membantu mengamankan pesanan yang telah lama dinantikan dari Tiongkok tersebut.
Kedua belah pihak juga diharapkan membahas perpanjangan kesepakatan perdagangan yang saat ini mengizinkan aliran mineral tanah jarang dari Tiongkok ke AS, meski belum dipastikan apakah kesepakatan tersebut akan disetujui dalam kunjungan ini.
Di sisi lain, Melania Trump tidak ikut mendampingi Donald Trump dalam kunjungan tiga hari ke Tiongkok ini. Absennya Melania menunjukkan kontras yang jelas dibandingkan dengan peran publik yang ia mainkan saat kunjungan ke Beijing pada tahun 2017 silam. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Trump Akan Bahas Penjualan Senjata ke Taiwan dalam Pertemuan dengan Xi Jinping