Ilustrasi Pexels
IPB Bagikan Panduan Penting Pemilihan hingga Penyembelihan Hewan Kurban
Muhamad Marup • 18 May 2026 21:02
Bogor: Himpunan Alumni (HA) IPB University bekerja sama dengan Himpunan Alumni Fakultas Peternakan IPB (HANTER) memberikan panduan penting pemotongan hewan kurban. Panduan mencakup pemilihan ternak hidup, teknik perlakuan hewan, proses penyembelihan, hingga manajemen limbah setelah pemotongan.
Dosen bidang pemuliaan ternak IPB University, Edit Lesa Aditya, menjelaskan bahwa akurasi penilaian fisik satwa kurban sangat krusial. Pemilihan hewan kurban yang tepat sangat menentukan estimasi produksi daging yang akan didistribusikan.
Ia mengingatkan panitia kurban agar tidak terkecoh oleh ukuran perut buncit satwa. Posisi penting untuk menilai daging hewan kurban adalah pada paha belakang dan bahu.
"Jangan lihat perutnya karena perut bisa kosong kalau dipuasakan, lihat paha belakang dan bahu yang menumpuk daging," terangnya.
Dari aspek teknis eksekusi, trainer juru sembelih halal (Juleha) dari Halal Science Center (HSC) IPB University, Supratikno, menggarisbawahi penerapan prinsip ihsan demi menjaga kesejahteraan hewan dan kehalalan daging. Menurutnya, mitigasi stres pada hewan wajib dilakukan melalui penanganan yang tenang, penggunaan fasilitas perobohan yang aman, serta pemakaian bilah tajam.
"Tenangkanlah hewannya, tajamkanlah pisaunya, dan segerakan prosesnya. Sembelihan yang terbaik adalah secepat-cepatnya sembelihan," tegasnya.
Ia memaparkan bahwa pemotongan harus dilakukan tepat di belakang jakun untuk memutus tiga saluran utama sekaligus secara cepat. Supratikno juga melarang keras praktik keliru yang sering dijumpai di lapangan.
"Pisau tajam mengurangi rasa sakit hewan saat sembelih. Jangan tusuk dada karena itu mematikan hewan bukan karena sembelihan," tutupnya.

Ilustrasi Pexels
Panduan tersebut diberikan dalam webinar nasional bertajuk “Standar Penyembelihan Kurban Sesuai Prinsip Aman, Sehat, dan Halal” pada Jumat (15/5). Sebagai tindak lanjut program, akan dilaksanakan pelatihan juru sembelih halal secara luring.
Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pelaksanaan kurban yang lebih higienis, tertib lingkungan melalui pengelolaan limbah jeroan yang benar, serta menjamin ketenteraman batin bagi umat yang berkurban.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com