Kemenag Aceh Siapkan Pemantauan Hilal untuk Penetapan Iduladha 2026

Ilustrasi: Tim pemantau hilal Kemenag Aceh saat melakukan pemantauan menggunakan teleskop, di Aceh Besar (ANTARA/Rahmat Fajri)

Kemenag Aceh Siapkan Pemantauan Hilal untuk Penetapan Iduladha 2026

Lukman Diah Sari • 14 May 2026 08:31

Banda Aceh: Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyiapkan pemantauan rukyatul hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah/2026 sebagai bahan pertimbangan untuk sidang isbat penetapan yang dilaksanakan Kemenag RI pada Minggu, 17 Mei 2026. 

"Hasil pengamatan nantinya akan dilaporkan sebagai bahan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari di Banda Aceh, Rabu, 13 Mei 2026, melansir Antara.

Azhari mengatakan pemantauan rukyatul hilal di Aceh dilakukan Minggu, 17 Mei 2026,  menjelang magrib. Titik utama pengamatan berada di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

“Pemantauan hilal dilakukan dengan menggunakan instrumen astronomi dan melibatkan tim falakiyah," ujar dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Iduladha 2026, yang akan diumumkan setelah sidang isbat selesai.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kemenag Aceh Alfirdaus Putra menjelaskan, berdasarkan data hisab untuk lokasi Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, konjungsi terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03.01.03 WIB. Matahari terbenam pada pukul 18.46.41 WIB, sedangkan bulan terbenam pada pukul 19.22.19 WIB. Dengan demikian lama waktu pengamatan hilal setelah matahari terbenam sekitar 36 menit.

Saat matahari terbenam, tinggi bulan mencapai 6,78 derajat dengan elongasi geosentrik bulan-matahari sebesar 10,62 derajat. Luas permukaan bulan yang terlihat diperkirakan mencapai 0,73 persen. Artinya, posisi hilal di Aceh pada waktu pengamatan itu telah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS.

“Hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di Lhoknga berpotensi terlihat, karena telah berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Secara kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat,” kata Alfirdaus.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari. Foto: Istimewa

Ia menyebutkan posisi bulan berada sekitar 6,22 derajat di sebelah kanan atas matahari. Dari arah barat, bulan berada sekitar 5,79 derajat ke arah utara.

“Peluang terlihatnya hilal cukup baik, terutama jika cuaca cerah dan ufuk barat tidak tertutup awan. Namun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pengamatan di lapangan dan keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat,” kata Alfirdaus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)