Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Keutamaan dan Niatnya

Ilustrasi: Pexels

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Keutamaan dan Niatnya

Riza Aslam Khaeron • 16 May 2026 11:54

Jakarta: Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Hijriah. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, bulan ini juga menyimpan kesempatan besar bagi seluruh umat Muslim di penjuru dunia untuk memperbanyak amal ibadah — salah satunya melalui puasa sunnah.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dalam HR At-Tirmidzi:

"Tiada ada hari lain yang disukai Allah swt untuk beribadah seperti sepuluh hari ini."

Memasuki tahun 2026, 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Artinya, waktu untuk memulai amalan istimewa ini sudah sangat dekat.
 

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026


Ilustrasi: Pexels

Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Perlu diingat bahwa puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah dilarang (haram) karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Berikut adalah rincian jadwalnya:
  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
  • 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
Waktu berpuasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan, diperbolehkan untuk mengqadhanya bersamaan dengan puasa sunnah Dzulhijjah.

Menurut Sayyid Bakri Syatha yang mengutip fatwa Al-Barizi, jika seseorang berniat qadha saja saat bertepatan dengan hari Arafah, ia secara otomatis juga memperoleh pahala kesunnahan puasa Arafah.
 

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

1. Pahala yang Dilipatgandakan

Mengutip NU Online, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu yang paling utama untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Tarmidzi).

2. Penghapus Dosa Dua Tahun

Puncak keutamaan ada pada Puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Rasulullah SAW bersabda:

”Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim).”

3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka

Hari Arafah merupakan momen di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah" (HR Muslim).

Adapun Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah memiliki makna spiritual sebagai bentuk persiapan dan penyucian diri menjelang hari Arafah. Meskipun hukumnya sunnah, umat Islam sangat dianjurkan mengamalkannya demi meraih keberkahan di bulan mulia ini.
 
Baca Juga:
Kapan Hari Arafah 2026? Perkiraan Tanggal dan Amalannya

Niat Puasa Dzulhijjah

Niat puasa dapat dilakukan pada malam hari (sejak matahari terbenam hingga terbit fajar). Karena ini adalah puasa sunnah, bagi yang lupa berniat di malam hari, diperbolehkan berniat di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, paling lambat sebelum masuk waktu zuhur.

Niat pada Malam Hari

1. Puasa 1–7 Dzulhijjah



Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."

2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)



Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ."

3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)



Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ."

Niat pada Siang Hari (Jika Lupa pada Malam Hari)

1. Puasa 1–7 Dzulhijjah



Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ."

2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)



Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ."

3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)



Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ."

Melaksanakan puasa Dzulhijjah merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Semoga kita semua dimudahkan untuk meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)