Ki Hadjar Dewantara. Foto Istimewa
Hardiknas: Profil Ki Hadjar, Link Download Logo dan Pedoman Hardiknas 2026
Muhamad Marup • 29 April 2026 18:23
Jakarta: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati tiap 2 Mei. Pemilihan tanggal tersebut berdasarkan hari lahir Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional sekaligus pendiri Perguruan Taman Siswa pada 2 Mei 1889.
Tema peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Hardiknas biasanya diperingati dengan upacara bendera.
Upacara bendera bertujuan untuk mengingatkan kembali filosofi dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara sekaligus meneguhkan peran pendidikan sebagai instrumen utama dalam mencetak generasi Indonesia yang maju, tangguh, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Profil Ki Hadjar
Mengutip laman Unesa, Ki Hadjar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai seorang pejuang pendidikan yang menentang sistem pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif.Pada tahun 1922, ia mendirikan Taman Siswa. Sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan memberikan pendidikan kepada rakyat kecil, yang pada masa itu sulit mengakses pendidikan formal.
Ia percaya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial. Filosofi dan metode pendidikan yang ia kembangkan menjadi dasar bagi sistem pendidikan nasional Indonesia.
Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Masih berdasarkan sumber tersebut, Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dikenal dengan semboyan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", yang memiliki makna mendalam dalam dunia pendidikan.- Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya, "Di depan, memberi teladan." Guru atau pendidik harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak.
- Ing Madya Mangun Karsa, artinya, "Di tengah, membangun semangat." Guru harus mampu membimbing dan memotivasi anak-anak untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensi mereka.
- Tut Wuri Handayani, artinya, "Di belakang, memberikan dorongan." Guru memberikan dukungan dan dorongan kepada anak-anak agar mereka dapat belajar secara mandiri dan percaya diri.
Link Logo dan Pedoman Hardiknas

Ilustrasi Pexels
Mengutip pedoman Hardiknas 2026, Hardiknas tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Hardiknas menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Untuk memudahkan peringatan Hardiknas 2026, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan logo dan pedoman Hardiknas 2026 yang bisa diakses dengan mengklik link di sini.