Pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea. Istimewa.
Diplomasi Parlemen Indonesia-Korea Selatan akan Terus Diperkuat
Arga Sumantri • 28 April 2026 21:40
Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan diplomasi parlemen Indonesia dengan Korea Selatan harus terus diperkuat. Salah satu caranya, lewat dialog dan pertukaran delegasi secara rutin.
Hal ini disampaikan Ibas saat pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia.
Ibas mengatakan penguatan diplomasi parlemen Indonesia-Korea Selatan menjadi salah satu fokus utama. Hal lainnya, mendorong kerja sama di sektor strategis seperti ekonomi hijau, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
"Meningkatkan pertukaran budaya dan generasi muda guna mempererat hubungan jangka panjang," ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
"Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan strategis," ujarnya.
Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan. Ia pun menyoroti pentingnya kesinambungan hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung, yang dinilai membuka peluang besar bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Menurut dia, Indonesia dan Korea Selatan memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia dengan kekuatan sumber daya alam, bonus demografi, serta keberagaman budaya, sementara Korea Selatan unggul dalam teknologi, inovasi, dan pengaruh budaya global.
"Kolaborasi bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang budaya dan koneksi antarmanusia," ungkap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Ibas juga menyinggung kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia, mulai dari K-pop hingga drama Korea yang memperkuat kedekatan emosional masyarakat kedua negara. Sebaliknya, Indonesia juga berkomitmen mempromosikan budaya nasional seperti batik, kuliner khas, dan seni tradisional kepada masyarakat Korea Selatan.
"Kami yakin, bersama-sama Indonesia dan Korea Selatan dapat membangun kemitraan yang lebih kuat, berdampak, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Gamsahamnida. Terima kasih," ujarnya.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan). Istimewa.
Korea Selatan dorong penguatan kerja sama ekonomi
Wakil Ketua Parlemen Lee Hack Young menyampaikan apresiasi atas peran aktif Ibas dalam mempererat hubungan kedua negara melalui diplomasi parlemen. Ia juga mendorong penguatan kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Korea CEPA (IK-CEPA), dengan target peningkatan volume perdagangan dari sekitar 20 miliar dolar AS menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS di masa mendatang.Lee Hack Ypung juga mengapresiasi peran Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dan mitra strategis Korea Selatan, termasuk dalam mewujudkan perdamaian di Semananjung Korea. Ia berharap kerja sama di sektor energi, industri, teknologi tinggi, serta investasi dapat terus ditingkatkan, dengan dukungan terhadap kelancaran operasional perusahaan Korea di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Persahabatan Parlemen Korea–Indonesia Kim Gihyeon menyampaikan hubungan Indonesia dan Korea Selatan akan semakin mendalam seiring berjalannya waktu dan terbuka peluang kerja sama di lebih banyak bidang. Ia berharap adanya dukungan lebih besar bagi para pengusaha Korea yang telah dan akan berinvestasi di Indonesia.