4 Dokter Internship Wafat, Pakar Soroti Beban Kerja Dokter

Ilustrasi Pexels

4 Dokter Internship Wafat, Pakar Soroti Beban Kerja Dokter

Muhamad Marup • 5 May 2026 22:19

Jakarta: Kabar mengenai wafatnya seorang dokter magang atau internship di Jambi menyita perhatian publik. Selain itu, jika dirunut sejak Februari 2026, sudah ada tiga orang dokter internship lain juga meninggal dunia.

Direktur Pascasarjana Universtas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, wafatnya empat dokter internship terkait erat dengan beban kerja dokter. Ia mengutip artikel berjudul "The Health Worker Paradox: When Caregivers Become Patients", yang menunjukkan beratnya tugas dan tantangan kerja dokter, antara lain jam kerja yang amat panjang, tugas jaga malam, dan tekanan dalam pekerjaan.

"Ini membuat kerja para dokter dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka sendiri," ujar Tjandra, dalam keterangan resminya, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, di artikel tersebut juga ditulis tentang suasana kerja para dokter akan dapat menimbulkan stress yang tinggi dan juga kelelahan berkepanjangan atau burnout. Keadaan ini akan berhubungan dengan kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan fisik dan mental dan menurunkan kualitas hidup.

"Apalagi kalau sistem kerja tidak mendukung atau malah sebaliknya menekan para dokter dalam kerjanya," jelasnya.

Ironi kekurangan dokter

Tjandra juga menyinggung pemberitaan bahwa Indonesia kekurangan dokter. Meninggalnya empat dokter internship menjadi ironi tersendiri.

"Padahal kalau mereka dilindungi dengan baik maka akan memberi peran dalam pelayanan kesehatan di negara kita," katanya.

Ia juga menekankan, meski status dokter internship kerap dianggap junior, tapi mereka memiliki tugas utama menyelesaikan program internship. Program tersebut jadi salah satu syarat untuk kemudian dapat berprofesi selanjutnya sebagai dokter di masyarakat.

"Jadi mereka jelas memerlukan selesainya program internship-nya walau apa pun tantangan yang dihadapi," terangnya.

Tiga aspek perbaikan


Ilustrasi Pexels

Dengan adanya insiden tersebut, Tjandra berharap agar para penentu kebijakan perlu memperhatikan tiga aspek penting dalam program. Pertama program untuk penjaminan mutu dan kesiapan dokter sebelum praktik mandiri.

Kedua, penentu kebijakan harus memberikan perlindungan agar pada dokter internship dapat melakukan tugasnya dengan baik, tanpa tekanan fisik dan mental yang tidak perlu. Ketiga, selama menjalankan tugas internship maka para dokter ini juga perlu terjamin kehidupannya, jangan sampai terlantar.

"Wafatnya empat orang dokter internship kita harus menjadi momentum untuk membuat program yang lebih baik, lebih bermutu, lebih manusiawi dan lebih bermartabat," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)