Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Evaluasi Sistem Internship Dokter Dinilai Penting
Fachri Audhia Hafiez • 5 May 2026 21:11
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani, mendorong pemerintah melakukan pembenahan total terhadap sistem pemagangan (internship) dokter di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan empat tenaga medis yang meninggal dunia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, termasuk kasus terbaru dr. Myta Aprilia Azmi yang diduga mengalami beban kerja berlebih di Jambi.
“Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna,” tegas Netty dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Netty menyoroti adanya ketidakjelasan status peserta internship yang sering kali terjepit di antara posisi sebagai peserta didik dan tenaga kesehatan.
Ketidakjelasan ini berdampak langsung pada lemahnya perlindungan hak, mulai dari jam kerja yang melampaui batas, jaminan kesehatan, hingga kepastian kesejahteraan para dokter muda.
“Kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak, termasuk terkait jam kerja, jaminan kesehatan, serta kepastian kesejahteraan. Program internship seharusnya menjadi proses belajar untuk membangun kompetensi dan kemandirian, bukan menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan yang memadai,” jelasnya.
.jpg)
Ilustrasi Gedung DPR-MPR. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Dia mengungkapkan bahwa banyak dokter magang enggan melaporkan kondisi kerja yang tidak ideal karena takut akan penilaian kelulusan. Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Kesehatan segera melakukan evaluasi nasional terhadap wahana internship dan membentuk tim investigasi yang transparan untuk mengungkap penyebab kematian para dokter tersebut.
“Banyak laporan yang menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas serta minimnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien. Keselamatan dokter adalah bagian dari keselamatan pasien. Kita tidak boleh menutup mata. Ini momentum untuk melakukan pembenahan total,” ujar Netty.