Airlangga Bidik Bea Masuk 0% ke Eropa Tahun Depan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Airlangga Bidik Bea Masuk 0% ke Eropa Tahun Depan

Richard Alkhalik • 5 May 2026 19:53

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pembukaan akses pasar secara masif ke berbagai kawasan strategis kini menjadi langkah mitigasi prioritas untuk mengamankan sekaligus memperluas jangkauan pasar ekspor nasional.
 
Airlangga mengungkapkan pemerintah telah menjalin komunikasi dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa (UE) guna mempercepat proses ratifikasi dagang. Saat ini, dokumen kesepakatan tersebut tengah memasuki tahapan penyelesaian terjemahan ke dalam 22 bahasa resmi negara-negara anggota UE.
 
"Apabila seluruh proses ini selesai, kita berharap pada 1 Januari tahun depan pasar Eropa sudah terbuka sepenuhnya bagi komoditas kita dengan pengenaan tarif bea masuk nol persen," kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
 

Baca juga: Pecut Ekonomi, Pemerintah Segera Implementasi B50 hingga Pangkas Bunga KUR 5%
 

Optimalisasi pasar Eropa

 
Selain kawasan Eropa, pemerintah juga bersiap meraup untung dari Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang telah dijalin dengan Kanada. Airlangga menilai di tengah dinamika ketidakpastian hubungan dagang antara Kanada dan sejumlah negara mitranya, posisi tawar Indonesia justru semakin krusial untuk mengisi ruang pasokan produk di pasar tersebut.
 
Ekspansi dagang juga menyasar Inggris. Airlangga menyebut kemitraan pertumbuhan ekonomi antara Indonesia dan Inggris saat ini terus berproses dan diproyeksikan segera meningkat statusnya menjadi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Ketahanan kawasan hadapi el nino

 
Airlangga mengatakan dalam forum Canada-ASEAN Economic Ministerial Meeting yang diagendakan esok hari, pemerintah akan mendorong respons kolektif kawasan Asia Tenggara terhadap ancaman krisis energi dan pangan global.
 
Pertemuan tersebut secara spesifik akan merumuskan pembentukan cadangan minyak strategis dan cadangan pangan strategis di tingkat ASEAN. Airlangga memastikan rekomendasi teknis dari pertemuan tingkat menteri ini akan langsung disodorkan kepada para Kepala Negara ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) hari Jumat mendatang.
 
Upaya ini dinilai sebagai langkah mitigasi kawasan dalam merespons ancaman iklim El Nino. "Ini adalah salah satunya persiapan untuk bagaimana kita masing-masing negara ASEAN juga menjaga minimum stok agar bisa saling membantu pada saat ketidakpastian tambahan dari pengaruh cuaca," papar Airlangga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)