Tiongkok Bantah Tuduhan AS Terkait Uji Coba Nuklir Rahasia

Tiongkok menuduh balik AS sedang mencari alasan untuk memulai kembali uji coba nuklirnya sendiri. (Anadolu Agency)

Tiongkok Bantah Tuduhan AS Terkait Uji Coba Nuklir Rahasia

Willy Haryono • 10 February 2026 12:42

Beijing: Tiongkok membantah keras tuduhan Amerika Serikat mengenai dugaan uji coba ledakan nuklir rahasia. Beijing menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan menilai Washington tengah mencari pembenaran untuk memulai kembali uji coba senjata nuklirnya sendiri.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa klaim AS sama sekali tidak berdasar.

“Pemerintah Tiongkok dengan tegas menentang upaya AS memfabrikasi alasan demi memulai kembali uji coba senjata nuklirnya,” demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa, 10 Februari 2026. Beijing juga mendesak Washington segera menghentikan tindakan yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Perselisihan ini mencuat setelah Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata, Thomas DiNanno, menyampaikan tuduhan tersebut dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pelucutan Senjata di Jenewa, Jumat lalu.

DiNanno mengeklaim Tiongkok telah melakukan uji coba nuklir pada 22 Juni 2020 dan tengah bersiap melaksanakan uji coba lanjutan dengan daya ledak besar.

Tuduhan tersebut disampaikan bersamaan dengan pemaparan rencana baru AS yang mengusulkan pembicaraan trilateral antara AS, Rusia, dan China. Usulan itu dimaksudkan untuk menetapkan batasan baru senjata nuklir menyusul berakhirnya masa berlaku perjanjian New START antara Washington dan Moskow pada Kamis lalu.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan pada Oktober bahwa Washington akan mulai menguji senjata nuklir secara setara dengan Moskow dan Beijing. Namun, Trump tidak merinci jenis maupun skala pengujian yang dimaksud.

Hingga kini, China menegaskan penolakannya untuk bergabung dalam perundingan pelucutan senjata nuklir trilateral yang diusulkan AS. Beijing menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk terlibat dalam format perundingan tersebut, mengingat perbedaan kapasitas dan tanggung jawab nuklir di antara negara-negara terkait. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Tiongkok Bantah Laporan AS soal Peningkatan Senjata Nuklir

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)