Gandeng Kejagung, Krakatau Steel  Perkuat Mitigasi Risiko dalam Proyek Nasional

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan (kanan) bersama Jamdatun R. Narendra Jatna (kiri). Dok. Istimewa

Gandeng Kejagung, Krakatau Steel Perkuat Mitigasi Risiko dalam Proyek Nasional

Achmad Zulfikar Fazli • 13 February 2026 17:23

Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group memperkuat komitmen terhadap kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang baik. Salah satunya dengan menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kejagung dan Krakatau Steel ini sebagai strategi mitigasi risiko di tengah transformasi BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara, serta pelaksanaan proyek hilirisasi nasional. Selain aspek legal, pertemuan ini menekankan pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dalam mengelola kegiatan operasional maupun investasi.
 

Mitigasi Risiko Industri Baja


Menyadari kompleksitas transformasi industri baja nasional, Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, memandang pendampingan hukum profesional sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan fundamental perusahaan dalam program KS Reborn. Dinamika hukum perdata dan tata usaha negara yang menyertai aspek bisnis menuntut adanya mitigasi risiko yang matang.
 
Menurut dia, kerja sama dengan Jamdatun memberikan pendampingan hukum dan pendapat hukum yang diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan strategis, guna memastikan seluruh langkah korporasi sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan mitra usaha, serta memastikan transformasi Krakatau Steel berjalan berkelanjutan demi mewujudkan industri baja nasional yang kompetitif di kancah global,” ujar Akbar dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026.


Ilustrasi, gulungan baja. Foto- dok Krakatau Posco
 

Hilirisasi Pasir Besi & Nikel


Hilirisasi dua komoditas strategis, pasir besi dan nickel ore (pembangunan pabrik stainless steel) dengan estimasi investasi mencapai Rp30 triliun bukan sekadar proyek tambahan, melainkan peluang emas (golden opportunity) bagi Krakatau Steel (KS) untuk melakukan lompatan besar (leapfrogging) dari sekadar produsen baja konvensional menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri strategis global.
 
Baca Juga: 

Konsumsi Baja Nasional Tumbuh 5,3% Per Tahun


 
Sinergi bersama Jamdatun adalah langkah proaktif perusahaan untuk memastikan setiap milestone investasi strategis ini tercapai secara akuntabel, sekaligus menetapkan standar praktik tata kelola bagi keberhasilan proyek strategis BUMN di masa depan.

Integritas sebagai Fondasi Transformasi


Jamdatun R. Narendra Jatna memberikan pesan kuat mengenai aspek Attitude sebagai landasan transformasi. Menanggapi hal tersebut, Akbar Djohan menekankan kepemimpinan di KS tidak hanya soal kompetensi, tapi karakter.
 
"Direksi digaji oleh rakyat. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Dengan pengawalan Jamdatun, kami berkomitmen menjadikan Krakatau Steel sebagai role model BUMN yang dari sebelumnya dianggap beban, menjadi perusahaan contoh yang on track dan compliant," ujar Akbar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)