Normalisasi Sungai Jadi Fokus Penanganan Banjir di Serang

Ilustrasi Medcom.id

Normalisasi Sungai Jadi Fokus Penanganan Banjir di Serang

Hendrik Simorangkir • 14 January 2026 17:42

Tangerang: Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) melakukan penanganan banjir di Kabupaten Serang dan Kota Serang melalui skema jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu fokus utama penanganan tersebut adalah normalisasi sungai.

"Kami berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk bersinergi dalam penanganan banjir, dengan penanganan yang dilakukan dalam jangka pendek dan panjang, menyesuaikan anggaran serta sumber daya peralatan yang ada," ujar Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana, Rabu, 14 Januari 2026.

Dedi menuturkan, untuk jangka pendek, penanganan difokuskan pada normalisasi sungai yang tersumbat akibat sedimentasi dan okupasi lahan di sempadan. Penertiban oleh pemerintah daerah juga dibutuhkan agar proses ini berjalan secara optimal.
 


"Di Kota Serang, salah satu lokasi prioritas adalah Sungai Ciwaka di kawasan Kompleks Grand Sutera yang masih terdampak banjir," kata Dedi.

Selain itu, Dedi menjelaskan beberapa sungai lain di Kota Serang yang menjadi fokus penanganan, yakni Sungai Cibanten, Kali Mati, dan Kali Kroya, di mana banyak permukiman berdiri menjorok ke badan sungai. Kondisi ini membuat kapasitas tampung sungai terlampaui saat curah hujan tinggi, sehingga memicu banjir.
 
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelanggaran sempadan sungai. Penegakan hukum berada di kewenangan pemerintah provinsi maupun kota," ungkap Dedi.


Warga melihat kondisi banjir di Perumahan Parumasan Indah, Taktakan, Kota Serang, Banten, Senin, 12, Januari 2026. ANTARA/Desi Purnama Sari


Dedi menambahkan, terkait anggaran, nilainya bersifat relatif dan baru bisa ditentukan setelah identifikasi detail di lapangan. Untuk tahun ini, telah disiapkan sekitar Rp26 miliar untuk penanganan permanen di beberapa titik Sungai Cibanten.

"Untuk kegiatan mobilisasi sumber daya sebelumnya telah dialokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar. Nantinya difokuskan pada penanganan jangka panjang meliputi normalisasi sungai, pembangunan tanggul, dan pekerjaan teknis lainnya guna mengurangi risiko banjir," tandasnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)