Petugas membantu pengendara yang motor-nya mati saat melintasi jalan yang banjir di kawasan Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu malam (16/9/2026). ANTARA/Suprian
22 Desa di Aceh Barat Daya Terendam Banjir, Akses Jalan Nasional Putus
Lukman Diah Sari • 17 September 2026 17:56
Aceh Barat Daya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Daya (Abdya) melaporkan 22 desa di tujuh kecamatan terendam banjir. Bencana ini dipicu hujan deras yang mengakibatkan debit sungai meluap ke permukiman warga.
"Laporan sementara, desa yang tersebar di tujuh kecamatan digenangi banjir luapan akibat hujan lebat," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Abdya, Mukhsin, Kamis, 17 September 2026, melansir Antara.
Mukhsin menjelaskan, hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, 16 September 2026, sejak pukul 15.00 hingga 20.00 WIB. Selain permukiman warga, banjir turut memutus akses di sejumlah jalan nasional.
"Jalan nasional yang tergenang di antaranya berada di Desa Alue Mangota (Kecamatan Blangpidie), Desa Durian Jangek (Kecamatan Susoh), dan Desa Alue Padee (Kecamatan Kuala Batee)," ujarnya.
Dampak cuaca ekstrem ini juga menumbangkan satu unit tiang listrik PLN ke badan jalan di Kecamatan Babahrot. Nahas, satu rumah warga di Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, juga dilaporkan tertimbun tanah longsor.
Berdasarkan data BPBD Abdya, wilayah terdampak banjir mencakup Kecamatan Jeumpa (Desa Alue Seulaseh, Alue Sungai Pinang, Cot Mane), Kuala Batee (Desa Alue Padee, Kampung Tengah, Dusun Jambereu, Lama Inong, Alue Pisang), dan Tangan-Tangan (Desa Ie Lhob, Gunong Cut, Suak Labu, Suak Nibong).

Petugas membantu pengendara yang motor-nya mati saat melintasi jalan yang banjir di kawasan Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu malam (16/9/2026). ANTARA/Suprian
Banjir juga merendam Kecamatan Setia (Desa Lhang, Tangan-Tangan Cut, Ujung Tanah), Blangpidie (Desa Baharu, Keude Siblah, Alue Manggota, Lhung Tarok), Manggeng (Desa Blang Manggeng, Sejahtera), serta Kecamatan Susoh (Desa Durian Jangek).
Saat ini, BPBD Abdya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi guna mendata kerusakan, memantau situasi terkini, serta membantu proses evakuasi.
Masyarakat Abdya, khususnya yang bermukim di kawasan lereng bukit dan bantaran sungai, diimbau terus waspada menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah tersebut.