Ibu-ibu relawan dapur umum Dinas Sosial Provinsi Banten memasak untuk makan siang di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)
Dapur Umum Banten Siapkan Ratusan Porsi Makanan Dukung Pencarian Jurnalis Hilang
Silvana Febiari • 17 September 2026 11:39
Pandeglang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memaksimalkan pelayanan dengan menyediakan ratusan porsi makanan dari dapur umum Dinas Sosial. Dapur umum tersebut telah beroperasi selama 10 hari untuk mendukung pelaksanaan pencarian rombongan jurnalis dan kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman mengatakan penyediaan konsumsi dari dapur umum disiagakan secara penuh sejak hari-hari pertama operasi SAR atas instruksi langsung Gubernur Banten.
"Pelayanan dapur umum ini terus disiagakan secara maksimal untuk mendukung pergerakan operasional tim Basarnas, seluruh personel gabungan, hingga keluarga survivor," kata Lukman, dilansir dari Antara, Kamis, 17 September 2026.
Baca Juga :
Dia mengatakan produksi makanan harian dari dapur umum tergolong berlimpah. Porsi yang disiapkan jauh melebihi kebutuhan petugas di posko utama.
Dapur umum yang menggunakan mobil truk modifikasi tersebut memproduksi lebih dari 450 porsi makanan per hari. Jumlah itu melebihi alokasi formal sebanyak 350 porsi per hari untuk tiga kali makan, yakni pagi, siang, dan malam.
Penambahan porsi konsumsi dilakukan untuk memastikan kebutuhan logistik selama operasi SAR terpenuhi. Makanan tersebut disediakan bagi petugas SAR, jurnalis, keluarga korban, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar Posko Utama SAR.
Operasional dapur umum itu sendiri digerakkan oleh sekitar 30 personel relawan terlatih yang merupakan gabungan dari Dinsos Banten, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial, Kampung Siaga Bencana (KSB) serta kalangan ibu-ibu dari Kecamatan Carita, Labuan, dan Jiput.
Ikan asin dan sambal ulek terasi menjadi menu favorit di dapur umum Dinas Sosial. Keduanya dinilai lezat dan gurih serta cocok melengkapi berbagai lauk utama yang dimasak para relawan.
"Kalau kurang logistik kami tambah dari stok di gudang dinas sosial maupun bantuan dari pihak lain, seperti hari ini, tadi kami belanja dari CSR Bank Banten," ungkap dia.
Layanan dapur umum juga siap terus mendukung hingga operasi SAR berakhir atau bahkan kembali diperpanjang.

Relawan dapur umum Dinas Sosial Provinsi Banten memasak untuk makan siang di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Area pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda diperluas hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi pada hari ke-10. Luas area tersebut meningkat dibandingkan hari kesembilan yang mencakup 3.439 NM persegi.
Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).
Adapun operasi SAR ini melibatkan sebanyak 523 personel SAR gabungan. Sektor pencarian paling luas hari ini berada di Sektor C seluas 3.380 NM persegi yang disisir KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar hingga memasuki perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.