Menlu Iran: AS Bertanggung Jawab untuk Hentikan Total Serangan Israel ke Lebanon

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi . Foto: Anadolu

Menlu Iran: AS Bertanggung Jawab untuk Hentikan Total Serangan Israel ke Lebanon

Fajar Nugraha • 16 June 2026 21:59

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab untuk memastikan implementasi nota kesepahaman.

Implementasi itu akan ditandatangani antara Teheran dan Washington, yang mencakup penghentian serangan Israel terhadap Lebanon.

Diplomat senior tersebut menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon terpisah dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Ketua Parlemen Nabih Berri pada Senin.

“Serangan tersebut harus dihentikan sepenuhnya saat ia memberi pengarahan kepada para pejabat Lebanon mengenai klausul-klausul MoU, khususnya yang berkaitan dengan Lebanon,” ujar Menlu Araghchi, seperti dikutip dari Press TV, Selasa 16 Juni 2026.

Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari. Bersamaan dengan itu, rezim Israel meningkatkan serangan mematikan terhadap Lebanon yang melanggar gencatan senjata dengan Beirut dan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Pakistan antara Teheran dan Washington, yang juga mencakup Lebanon.

Republik Islam Iran menegaskan bahwa gencatan senjata dengan AS harus mencakup semua front, termasuk Lebanon, dan menggambarkan pemenuhan syarat tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari terwujudnya perdamaian dan keamanan di kawasan itu.

Sepanjang agresi Amerika-Israel yang berlangsung hingga 7 April, angkatan bersenjata Iran secara tegas menanggapi serangan sekutu dan pelanggaran gencatan senjata Tel Aviv di Lebanon.

Pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa MoU telah diselesaikan dan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada hari Jumat.

Araghchi menggarisbawahi upaya Republik Islam untuk menghentikan agresi terhadap Lebanon.

Ia menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas implementasi MoU yang "setia", dan menyatakan bahwa Washington – sebagai sekutu terbesar rezim Israel – harus memberikan tekanan yang cukup kepada Tel Aviv untuk menghentikan serangan tersebut.

Para pejabat Lebanon, di pihak lain, menyambut baik ketentuan-ketentuan dalam nota kesepahaman tersebut dan menekankan bahwa stabilitas dan keamanan Lebanon merupakan komponen yang tak terpisahkan dari setiap upaya serius untuk membangun stabilitas regional.

(Fajar Nugraha)