1.834 Kepala Keluarga Terdampak Gempa Sulteng

Warga melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sualwesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/tom.

1.834 Kepala Keluarga Terdampak Gempa Sulteng

Silvana Febiari • 17 June 2026 11:36

Sigi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan rekapitulasi data korban di seluruh wilayah terdampak. Dari pendataan sementara, tercatat satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sigi, serta 1.834 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Untuk korban terdampak ada sekitar 1.834 kepala keluarga atau 5.784 jiwa,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Rabu, 17 Juni 2026.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat adanya korban luka-luka. Terdapat 73 jiwa mengalami luka ringan dan tiga jiwa mengalami luka berat di berbagai wilayah terdampak.
 


Rinciannya, di Kabupaten Sigi terdapat 1.813 kepala keluarga terdampak, Parigi Moutong 21 kepala keluarga, Kota Palu 2 kasus luka ringan, serta Kabupaten Poso 1 kasus luka ringan.

Abdul juga menyampaikan peta sebaran wilayah terdampak menunjukkan Kabupaten Sigi sebagai daerah paling signifikan terdampak gempa.

“Fokus daerah yang terdampak cukup signifikan yaitu di Kabupaten Sigi, ada tujuh kecamatan dan 30 desa terdampak,” ujar Abdul. 


Rumah warga di Desa Kamarora B Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah usai terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-BPBD Sigi


Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di darat dengan kedalaman dangkal sekitar 10 km secara umum dirasakan maupun tidak dirasakan di sejumlah wilayah Sulteng. Gempa itu terjadi pada pukul 10.27 WIB, Selasa, 16 Juni 2026. 

Hingga saat ini, tercatat setidaknya 118 gempa susulan berdasarkan data BMKG. Meski demikian, gempa darat tersebut dipastikan tidak menimbulkan tsunami.

(Silvana Febiari)