Venezuela Konfirmasi Kematian Bos Tren de Aragua dalam Operasi Gabungan AS

Venezuela mengonfirmasi kematian Héctor Rusthenford Guerrero Flores alias Niño Guerrero, pemimpin organisasi kriminal Tren de Aragua. (Anadolu Agency)

Venezuela Konfirmasi Kematian Bos Tren de Aragua dalam Operasi Gabungan AS

Willy Haryono • 14 June 2026 11:04

Caracas: Pemerintah Venezuela mengonfirmasi kematian Héctor Rusthenford Guerrero Flores, pemimpin organisasi kriminal Tren de Aragua yang lebih dikenal dengan nama alias "Niño Guerrero," dalam operasi gabungan yang melibatkan otoritas Venezuela dan Amerika Serikat.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menyatakan Guerrero Flores tewas dalam operasi yang menyasar kelompok kriminal tersebut di wilayah pedesaan Negara Bagian Bolívar.

Dikutip dari Anadolu, Minggu, 14 Juni 2026, Venezuela menyebut operasi itu melibatkan dukungan teknologi canggih, pertukaran intelijen, serta mekanisme kerja sama antara kedua negara.

Menurut otoritas Venezuela, operasi tersebut diwarnai bentrokan dengan anggota kelompok kriminal sebelum Guerrero Flores berhasil dilumpuhkan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemimpin Tren de Aragua telah tewas dalam operasi yang dilakukan dengan dukungan pemerintah Venezuela.

Pemimpin Tren de Aragua

Tren de Aragua merupakan organisasi kriminal asal Venezuela yang dalam beberapa tahun terakhir memperluas aktivitasnya ke sejumlah negara Amerika Latin. Kelompok tersebut dikaitkan dengan berbagai kejahatan, termasuk perdagangan manusia, peredaran narkoba, pemerasan, dan pembunuhan.

Amerika Serikat menetapkan Tren de Aragua sebagai Organisasi Teroris Asing pada 2025. Guerrero Flores sendiri didakwa oleh pengadilan federal di New York pada akhir 2025 atas berbagai tuduhan, termasuk pemerasan terorganisasi dan memberikan dukungan material kepada organisasi teroris.

Menurut berbagai laporan, Guerrero Flores lahir pada 1983 di Kota Maracay, Negara Bagian Aragua, Venezuela. Namanya mulai muncul dalam catatan kepolisian pada awal 2000-an dan dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang polisi pada 2005.

Ia ditangkap pada 2010 atas sejumlah tuduhan, termasuk pembunuhan, perdagangan narkoba, dan pemerasan, namun melarikan diri dari penjara pada 2012. Setelah ditangkap kembali setahun kemudian, ia dipindahkan ke Penjara Tocorón dan justru memperluas pengaruhnya dari balik jeruji besi.

Jaksa AS menuduh Guerrero Flores memimpin jaringan kriminal lintas negara selama lebih dari satu dekade, dengan aktivitas yang menjangkau Kolombia, Peru, Cile, Ekuador, Brasil, hingga Panama. Di bawah kepemimpinannya, Tren de Aragua berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal transnasional paling terkenal di Amerika Latin.

Baca juga:  Trump Klaim Militer AS Tewaskan Pemimpin Geng Tren de Aragua, Nino Guerrero

(Willy Haryono)