Wamenko Pangan: MBG Jadi Ruang Strategi Perkuat Konsumsi Susu Nasional

Ilustrasi, anak sekolah minum susu. Foto: Magelangkota.go.id

Wamenko Pangan: MBG Jadi Ruang Strategi Perkuat Konsumsi Susu Nasional

Husen Miftahudin • 14 June 2026 15:55

Jakarta: Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut program makan bergizi gratis (MBG) menjadi ruang strategis untuk meningkatkan konsumsi susu sekaligus memperkuat kualitas generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Sebab program MBG memiliki peran penting dalam membangun budaya konsumsi susu yang lebih kuat di masyarakat.

"Justru di sini, maka kita ingin sangat titip dengan teman-teman di MBG bahwa kesempatan ini menjadi kesempatan emas. Dengan program MBG ini, maka paling tidak diwajibkan susu ini, syukur-syukur setiap hari, tidak hanya dua kali seminggu," kata Hanif ditemui dalam Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurut Hanif, program tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan asupan susu bagi anak-anak Indonesia guna mendukung pemenuhan gizi secara berkelanjutan. Ia berharap susu dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda.

Hanif mengungkapkan, konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini masih relatif rendah, yakni sekitar 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun.

"Karena harian kita kalau rata-rata hanya satu sendok makan per hari. Jadi satu orang satu hari, kita hanya mampu mengonsumsi susu satu sendok makan. Bagaimana itu bisa mempengaruhi kita kalau ini tidak terus kita tingkatkan," jelas dia.

Ia menilai angka tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang besar untuk meningkatkan konsumsi susu sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 

Baca juga: Pemerintah Dorong Konsumsi Susu Demi Wujudkan Generasi Indonesia Emas
 

Jadi penentu keberhasilan pembangunan nasional


Menurut dia, susu mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, kalsium, kalium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan tersebut dinilai berperan penting dalam mendukung kesehatan tulang, memperkuat otot, serta membantu perkembangan otak generasi muda.

Hanif menegaskan peningkatan konsumsi susu harus menjadi gerakan bersama karena kualitas generasi produktif akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional di masa mendatang.

Ia menambahkan upaya itu membutuhkan dukungan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan.


(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
 

Susun roadmap kemandirian susu nasional


Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga tengah memperkuat ekosistem persusuan nasional melalui penyusunan roadmap kemandirian susu yang mencakup pengembangan sektor hulu hingga hilir.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi susu dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah industri persusuan nasional.

"Di ASEAN saja, kita nomor enam atau nomor tujuh. Masih di bawah Vietnam, masih di bawah Singapura, masih di bawah Malaysia. Maka yang paling penting sosialisasikan terus sehingga kemudian tumbuh minat yang cukup besar, bangun iklimnya, selesaikan roadmap-nya," ungkap Hanif.

Hanif menilai hilirisasi, integrasi industri, dan penguatan investasi menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan sektor persusuan nasional yang lebih tangguh dan kompetitif. "Hilirisasi, integrasi menjadi sangat penting. Semua harus kita gotong royong, tidak bisa kita sendirian," ujar dia.

Ia optimistis penguatan konsumsi susu melalui program MBG dan percepatan kemandirian susu nasional dapat mendukung lahirnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

(Husen Miftahudin)