Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sultra Hingga 13 Juni

Ilustrasi gelombang di perairan Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sultra Hingga 13 Juni

Silvana Febiari • 10 June 2026 19:45

Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengingatkan risiko gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 10 hingga 13 Juni 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Zumiana mengatakan kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan. Kecepatan angin tersebut berkisar antara 2 hingga 20 knot.

"Namun, kecepatan angin tertinggi tercatat mencapai 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort, yang berpotensi terjadi di wilayah Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi," kata Zumiana, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026. 
 


Berdasarkan data peringatan dini, potensi gelombang tinggi di wilayah perairan tersebut diperkirakan terjadi pada 10 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 11 Juni 2026 pukul 08.00 WITA. "Gelombang tinggi berpotensi terjadi di Laut Banda Timur Wakatobi," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, pada 11 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 12 Juni 2026 pukul 08.00 WITA, potensi gelombang tinggi meluas ke beberapa wilayah. Wilayah-wilayah itu meliputi Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Wakatobi bagian barat dan timur, serta Laut Banda Timur Wakatobi.

"Sementara itu, pada periode 12 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 13 Juni 2026 pukul 08.00 WITA, peringatan gelombang tinggi kembali difokuskan di wilayah Laut Banda Timur Wakatobi," ungkapnya.


Ilustrasi gelombang tinggi. (Medcom)


BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dan nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Mereka juga diminta waspada terhadap potensi gelombang laut selama periode tersebut.

"Informasi prakiraan cuaca pelabuhan dan perairan secara lengkap dapat diakses melalui laman resmi BMKG di https://link.bmkg.go.id/stamarkendari dan https://maritim.bmkg.go.id/," tambahnya.

(Silvana Febiari)