Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok Istimewa.
Penyelesaian Sekolah Rakyat Jabar II Dikebut, Diyakini Beroperasi Tahun Ajaran Baru
Husen Miftahudin • 15 June 2026 13:03
Cikarang: Komisi V DPR RI optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dapat rampung dan siap dimanfaatkan sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.
Optimisme tersebut disampaikan usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan pada Jumat, 12 Juni 2026, untuk meninjau langsung progres proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menilai progres pembangunan menunjukkan hasil yang positif. Meski waktu pelaksanaan relatif terbatas, ia menegaskan kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas utama.
Komisi V DPR RI juga meminta Brantas Abipraya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan pemantauan dan pengawasan hingga seluruh pekerjaan selesai.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau sejumlah fasilitas utama yang tengah dibangun, antara lain ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, serta dapur.
Selain itu, turut dibahas pentingnya integrasi tata ruang mengingat Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school yang akan menampung peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
| Baca juga: KSP Kawal Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Malang |
Kebut tahap penyelesaian akhir
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan proyek tersebut.
"Kami menyambut baik kunjungan kerja Komisi V DPR RI sebagai bentuk dukungan dan pengawasan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II. Masukan yang disampaikan menjadi motivasi bagi Brantas Abipraya untuk terus menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah," ungkap Dian dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menegaskan perseroan berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Dian menambahkan, saat ini pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Bersama seluruh pemangku kepentingan, Brantas Abipraya terus mempercepat pekerjaan dan memperketat pengawasan agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal saat tahun ajaran baru dimulai.
"Kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan," tegas Dian.
Adapun, Sekolah Rakyat Jabar II dirancang untuk menampung sekitar 900 hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kategori desil 1 dan desil 2, yakni kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan generasi unggul melalui sistem pembelajaran terintegrasi dengan dukungan fasilitas memadai.

(Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok Istimewa)
Komitmen bangun infrastruktur berkualitas
Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur pendidikan dan sosial, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proyek berkualitas, tepat mutu, dan tepat waktu.
"Sekolah Rakyat merupakan program yang memiliki dampak sosial besar karena membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Dian.
"Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya bangga dapat berkontribusi dalam mewujudkan program ini dan akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus bangsa," lanjut Dian menambahkan.