Prabowo Tambah 1.500 Personel TNI dan 6 Helikopter Atasi Karhutla di Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Kalimantan. Foto: dok. Antara.

Prabowo Tambah 1.500 Personel TNI dan 6 Helikopter Atasi Karhutla di Kalimantan

Gabriella Thesa Widiari • 22 August 2026 15:42

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menambah jumlah personel TNI untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Langkah ini diambil setelah memimpin langsung rapat terbatas penanganan karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, tambahan personel tersebut akan didatangkan dari luar Kalimantan. Mereka didatangkan secara bertahap.

"Sejumlah langkah penanganan yang disiapkan, yaitu penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi," kata Teddy dilansir dari Antara, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Nantinya, personel tambahan itu akan membantu penanganan karhutla lewat jalur darat. Ribuan anggota TNI itu dikerahkan untuk membantu memadamkan titik-titik api yang masih terbakar.

Selain itu, pemerintah juga menambah enam helikopter berkapasitas besar untuk operasi water bombing. Helikopter tersebut dijadwalkan tiba pada Sabtu sore, 22 Agustus 2026, untuk memperkuat upaya pemadaman dari udara.

Selain itu, pemerintah akan memperbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla. Pelaksanaan rekayasa cuaca akan mempertimbangkan potensi hujan yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Teddy mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemadaman sekaligus mengendalikan penyebaran karhutla.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Foto: dok. Antara.

Sebelumnya, Prabowo bertolak ke Kalimantan. Setibanya di Pontianak, Kalimantan Barat, Kepala Negara langsung memimpin rapat terbatas yang dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta jajaran pemerintah daerah.

Ratas tersebut untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai situasi karhutla di Kalimantan. Adapun kedatangannya untuk melihat langsung kondisi di lapangan. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hasil pemantauan titik panas atau hotspot selama 24 jam berdasarkan pantauan satelit. Dari pemantauan tersebut, terdeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat.

(Gabriella Thesa Widiari)