Dokter Melinda Bella. Foto: X/@narasenyap
Kisah Dokter Melinda, Sempat Rawat Ratusan Korban Gempa NTT Seorang Diri
Muhamad Marup • 20 August 2026 13:10
Nusa Tenggara Timur: Penanganan kesehatan menjadi aspek penting dalam pemulihan korban pascabencana, termasuk korban gempa yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari lalu. Di tengah proses penanganan, seorang dokter perempuan merawat ratusan korban di tengah banyak hambatan.
Dokter tersebut bernama Melinda Bella dan sempat bertugas seorang diri di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, NTT. Saat itu, dahsyatnya gempa yang melanda membuatnya kewalahan untuk merawat korban yang tak henti berdatangan.
"Saya hanya dokter satu-satunya di sini dengan ratusan korban. Saya benar-benar tidak mampu," ucap Melinda, dalam pesan singkat yang dikutip dari akun X/@narasenyap.
Pesan tersebut dikirim pascagempa sekitar tanggal 16-17 Agustus 2026. Melinda menuturkan, saat itu kondisi wilayah kerjanya terisolir. Akses jalan sulit karena banyak yang putus dan longsor.

Pesan dr. Melinda pascagempa NTT. Foto: X/@narasenyap
Melinda menuturkan, kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan alat, obat-obatan, dan logistik. Sinyal dan listrik juga hilang dan gempa susulan masih terus terjadi.
"Puskesmas hancur, rumah-rumah banyak yang runtuh. Banyak korban jiwa yang berat sampai meninggal dunia," ujarnya.
Dokter tersebut bernama Melinda Bella dan sempat bertugas seorang diri di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, NTT. Saat itu, dahsyatnya gempa yang melanda membuatnya kewalahan untuk merawat korban yang tak henti berdatangan.
"Saya hanya dokter satu-satunya di sini dengan ratusan korban. Saya benar-benar tidak mampu," ucap Melinda, dalam pesan singkat yang dikutip dari akun X/@narasenyap.
Pesan tersebut dikirim pascagempa sekitar tanggal 16-17 Agustus 2026. Melinda menuturkan, saat itu kondisi wilayah kerjanya terisolir. Akses jalan sulit karena banyak yang putus dan longsor.
.jpeg)
Pesan dr. Melinda pascagempa NTT. Foto: X/@narasenyap
Melinda menuturkan, kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan alat, obat-obatan, dan logistik. Sinyal dan listrik juga hilang dan gempa susulan masih terus terjadi.
"Puskesmas hancur, rumah-rumah banyak yang runtuh. Banyak korban jiwa yang berat sampai meninggal dunia," ujarnya.
Kondisi Terkini
Usai chat dr. Melinda viral, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) segera merespons dengan mengirimkan bantuan tenaga kesehatan. MDMC Menerjunkan 1 Dokter dan 2 Perawat.
"Di bawah komando dr. Ibrahim Sengaji, Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Nede dan relawan Muhammadiyah memenuhi panggilan kemanusiaan," ujar akun tiktok/@mdmcindonesia. Bantuan tersebut meringankan beban dr. Melinda yang sebelumnya berjuang seorang diri. Kondisi saat ini sudah lebih kondusif dan akses transportasi sudah terbuka dengan adanya bantuan ambulan.
"Sekarang sudah lebih kondusif. Tenaga kesehatan sudah lumayan. Jumlah pasien berkurang karena sudah saya rujuk," ucapnya.
"Di bawah komando dr. Ibrahim Sengaji, Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Nede dan relawan Muhammadiyah memenuhi panggilan kemanusiaan," ujar akun tiktok/@mdmcindonesia. Bantuan tersebut meringankan beban dr. Melinda yang sebelumnya berjuang seorang diri. Kondisi saat ini sudah lebih kondusif dan akses transportasi sudah terbuka dengan adanya bantuan ambulan.
"Sekarang sudah lebih kondusif. Tenaga kesehatan sudah lumayan. Jumlah pasien berkurang karena sudah saya rujuk," ucapnya.