Penembakan-Illustrated by Medcom.id
DPO Narkoba Tewas dalam Baku Tembak di Lampung Utara
Lukman Diah Sari • 25 August 2026 20:44
Bandar Lampung: Seorang buronan kasus narkotika berinisial PHP (30) tewas usai terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa dini hari, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 02.45 WIB. Tiga anggota polisi turut terluka dalam insiden berdarah tersebut.
"Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut, pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota mengambil tindakan tegas dan terukur," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, di Bandar Lampung, Selasa, 25 Agustus 2026, melansir Antara.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran senjata api. Petugas kemudian melakukan penyisiran di kawasan Muara Jaya dan mendapati pelaku tengah berada di sebuah acara hiburan musik.
Baca Juga :
"Dalam kejadian tersebut, tersangka PHP tewas, sementara tiga anggota kami mengalami luka," terang Yuni.
Adapun tiga personel kepolisian yang terluka akibat insiden tersebut yakni AA mengalami luka tembak pada kaki kanan. Kemudian, AAC mengalami luka gores pada pelipis dan BA mengalami luka tembak pada bagian perut.
Ketiganya langsung dibawa ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi untuk mendapatkan perawatan medis. Khusus untuk korban BA, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, guna penanganan yang lebih intensif.

Penembakan-Illustrated by Medcom.id
Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api rakitan jenis *revolver* berwarna krom dengan gagang cokelat, dua butir amunisi kaliber 9 milimeter, dan tiga selongsong peluru.
Yuni menambahkan, PHP merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara. Selain itu, polisi menduga kuat tersangka juga terafiliasi dengan sindikat peredaran senjata api ilegal di wilayah tersebut.
"Saat ini penyidik masih mendalami keterkaitan PHP dengan jaringan lainnya. Kami akan menelusuri asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat," pungkasnya.