Ilustrasi: Pexels
Doa Rasulullah agar Terhindar dari Pikun Saat Sudah Tua
Riza Aslam Khaeron • 23 August 2026 07:00
Jakarta: Melupakan nama orang terdekat, mengulang cerita yang sama berkali-kali, atau tersesat di jalan yang sebenarnya sudah sangat dikenal, gejala-gejala semacam ini kerap dikaitkan dengan pikun atau demensia yang menghantui banyak orang di usia senja.
Pada tahun 2021, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 57 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dengan hampir 10 juta kasus baru bermunculan setiap tahunnya.
Islam ternyata telah lama memberikan perhatian pada kondisi ini. Fenomena penurunan daya ingat di usia tua bahkan disebutkan secara langsung di dalam Al-Qur'an:
.jpg)
Artinya: "Allah telah menciptakanmu, kemudian mewafatkanmu. Di antara kamu ada yang dikembalikan pada usia yang tua renta (pikun) sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa." (QS. An-Nahl: 70)
Selain menyampaikan pengingat tersebut melalui Al-Qur'an, Islam juga mewariskan doa khusus yang diajarkan Rasulullah saw. agar umatnya terhindar dari kepikunan di usia tua.
Doa Rasulullah saw. agar Terhindar dari Pikun
Mengutip NU Online, selain melakukan ikhtiar lahiriah seperti menjaga kualitas tidur dan melatih kebugaran fisik lewat olahraga, Rasulullah saw. juga mengajarkan doa khusus supaya umatnya terhindar dari demensia di usia tua. Berikut adalah doanya:.jpg)
Allahumma inni a'udzu bika minal-jubni wa a'udzu bika an uradda ila ardzalil-'umur
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang paling buruk (pikun)." (HR. Ibnu Majah)
Terdapat pula redaksi doa lain dalam riwayat Al-Bukhari pada bab "Berlindung dari Usia Tua yang Buruk":
.jpg)
A'udzu bika minal-bukhli wal-kasali wa ardzalil-'umuri wa 'adzabil-qabri wa fitnatid-dajjali wa fitnatil-mahya wal-mamat
Artinya: "Aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, kemalasan, usia yang paling buruk, siksa kubur, fitnah Dajjal, serta fitnah kehidupan dan kematian." (HR. Al-Bukhari)
Doa ini rutin dibaca oleh Nabi saw. selepas salat lima waktu, sebagaimana keterangan dalam salah satu riwayat Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.
Dengan mengamalkan doa ini setiap selesai salat lima waktu, diharapkan setiap Muslim dapat memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari demensia di usia tua kelak. Pembacaan doa ini tentu perlu dibarengi dengan ikhtiar lahiriah, seperti menjaga pola tidur, aktif secara fisik, dan menjalin hubungan sosial yang sehat.