Kampung Wisata Adat Sade di Lombok Tengah Kebakaran

Kobaran api kebakaran rumah adat Sade Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.

Kampung Wisata Adat Sade di Lombok Tengah Kebakaran

Lukman Diah Sari • 23 August 2026 00:32

Lombok Tengah: Rumah kampung wisata adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Petugas kini sedang berupaya mengendalikan api.

"Saat ini petugas sedang melakukan pemadaman," kata Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, Sabtu, 22 Agustus 2026, melansir Antara.

Lalu bersama warga setempat langsung berupaya melakukan penanganan awal. Ia juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses pemadaman dan mengevakuasi penghuni di sekitar kawasan Sade.

"Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di lokasi kejadian (TKP)," ungkap Lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, menegaskan pihaknya telah mengerahkan petugas dan armada pemadam ke lokasi.

"Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman," terangnya.

Melansir Antara, akses arus lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sengkol-Mandalika sempat terganggu di tengah upaya petugas melakukan pemadaman.

"Semua rumah adat itu kebakaran. Saya belum bisa lewat karena petugas masih melakukan pemadaman. Informasi dari warga, penyebab kebakaran karena konsleting. Semuanya hangus tidak ada yang tersisa, namun tidak ada korban jiwa," kata warganet, Alpokat, yang menyiarkan kejadian tersebut melalui media sosialnya.


(Sumber: Panduanwisata.com)

Sebagai informasi, rumah adat Sade dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual adat dan ritual keagamaan.

Rumah adat suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian-bagian kayu, mereka menggunakan paku dari bambu. Rumah suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, tidak memiliki jendela.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan penanganan kebakaran.

(Lukman Diah Sari)