Sekitar 129.000 pelanggan listrik Lithuania masih tanpa aliran listrik usai terjangan badai. (Anadolu Agency)
Badai Besar Terjang Lithuania, 129 Ribu Warga Kehilangan Aliran Listrik
Willy Haryono • 24 August 2026 17:28
Vilnius: Sekitar 129.000 pelanggan listrik di Lithuania masih tanpa aliran listrik pada Senin, 24 Agustus 2026, atau tiga hari setelah badai kuat menerjang negara tersebut.
Operator jaringan listrik Energijos Skirstymo Operatorius (ESO) mengatakan jumlah pelanggan yang masih terdampak turun signifikan dari sekitar 280.000 pelanggan saat badai mencapai puncaknya.
Kepala ESO Renaldas Radvila mengatakan badai tersebut memiliki intensitas yang luar biasa dibandingkan badai besar sebelumnya.
"Kami benar-benar mengalami badai yang luar biasa. Jika dibandingkan dengan badai sebelumnya, badai ini hampir 35 persen lebih kuat dibandingkan badai besar terakhir pada 2024," kata Radvila kepada stasiun penyiaran LRT.
Menurut Radvila, penilaian tersebut tidak didasarkan pada kerusakan jaringan listrik ESO, melainkan jumlah laporan penanganan yang diterima Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lithuania.
Layanan Kereta Terganggu
Badai juga mengganggu layanan kereta api setelah pohon dan ranting tumbang menutup jalur serta merusak jaringan listrik di atas rel.Menurut LRT, sekitar 3.500 penumpang terdampak akibat gangguan tersebut.
Sejumlah jalur telah kembali dibersihkan dari pohon dan material yang menghalangi perjalanan. Namun, gangguan pasokan listrik masih terjadi di beberapa bagian jaringan kereta api.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan perjalanan hingga sekitar 30 menit pada Senin.
Selain mengganggu infrastruktur, badai juga menimbulkan kerusakan pada properti warga.
Kepala pusat layanan pelanggan perusahaan asuransi Lietuvos Draudimas, Mantas Norkus, memperkirakan total klaim asuransi akibat badai dapat mencapai sekitar USD3,4 juta.
Hingga kini, perusahaan telah menerima laporan kerugian yang diasuransikan lebih dari USD1,1 juta. Nilai tersebut diperkirakan masih meningkat seiring masuknya laporan kerusakan baru.
"Ini tidak diragukan lagi merupakan badai terbesar tahun ini," kata Norkus.
Sebagian besar kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan dan properti lainnya akibat angin kencang, pohon dan ranting tumbang, serta hujan deras.
Baca juga: Badai Dahsyat Hantam Latvia dan Lithuania, 2 Orang Tewas