Balita dan Ibu Hamil Terjebak Banjir di Cibubur Dievakuasi

Ilustrasi banjir. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Balita dan Ibu Hamil Terjebak Banjir di Cibubur Dievakuasi

Fachri Audhia Hafiez • 22 March 2026 07:08

Jakarta: Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengevakuasi puluhan warga, mulai dari balita hingga ibu hamil, saat banjir merendam permukiman di kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 21 Maret 2026.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 22 Maret 2026.
 


Muchtar menjelaskan, proses evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan mengingat ketinggian air di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, mencapai 1,7 meter. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga jika tetap bertahan di dalam rumah.

Tercatat sebanyak 47 jiwa berhasil diselamatkan dalam operasi tersebut. Rincikannya terdiri dari enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga dalam kondisi sakit.

"Semua 47 jiwa terdampak kami evakuasi karena memang dalam kondisi membutuhkan dan rentan," ucap Muchtar.


Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi dua warga dalam kondisi sakit saat banjir di kawasan Pekayon, Pasar Rebo. Foto: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.

Dalam operasi penyelamatan ini, petugas mengerahkan dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran (PK), serta unit selang dengan dukungan 10 personel. Tim mulai bergerak menyusuri genangan setinggi dada orang dewasa tersebut pada pukul 17.32 WIB untuk menjangkau rumah-rumah warga.

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 20.30 WIB dan dinyatakan berjalan lancar tanpa adanya korban jiwa. Hingga saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut meski petugas tetap meminta warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan.

"Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respons cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir melanda permukiman warga," ujar Muchtar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)