Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Kapolda Kalbar Irjenpol Pipit Rismanto saat konferensi pers bersama Kapolda Kalbar Pipit Rismanto di Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar, Pontianak, Jumat. ANTARA/Rendra Oxtora
Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar, Gubernur Sampaikan Duka ke Keluarga Korban
Lukman Diah Sari • 17 April 2026 19:32
Pontianak: Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menyampaikan duka mendalam atas musibah jatuhnya helikopter jenis EC 130 T2 dengan nomor register PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar dan masyarakat, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Norsan saat konferensi pers bersama Kapolda Kalbar Pipit Rismanto di Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar di Pontianak, Jumat, 17 April 2026, melansir Antara.
Gubernur Norsan menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan, sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Ia mengapresiasi kerja cepat tim gabungan yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban.
"Kami berterima kasih kepada seluruh tim SAR, TNI, Polri, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil dievakuasi," ucap dia.

Proses evakuasi jenazah korban jatuhnya helikopter di Sekadau, Kalimantan Barat. Metro TV
Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan resmi dari pihak berwenang. Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto menjelaskan bahwa helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 09.00 WIB saat dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju wilayah Sekadau.
Helikopter diketahui lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keroak, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB, dan dijadwalkan mendarat di helipad PT Graha Agro Nusantara I di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Namun, dalam perjalanan, helikopter mengalami hilang kontak, sehingga dilakukan koordinasi pencarian oleh tim gabungan.
Baca Juga :
"Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia," ujar Kapolda.
Helikopter tersebut diawaki dua kru, yakni pilot Capt Marindra dan co-pilot Harun A. Rasid, serta membawa enam penumpang, yakni Patrick, Peter, Charles, Joko, Fauzi, dan Sugito. Kapolda memastikan pihaknya bersama pemerintah daerah akan membantu seluruh proses penanganan, mulai dari evakuasi, identifikasi hingga pemulangan jenazah korban. Saat ini, proses identifikasi masih berlangsung, termasuk konfirmasi identitas salah satu warga negara asing melalui sidik jari.