Tercatat di Samsat, Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari

Guru honorer bernama Rizal Nurdimansyah (kanan) saat memberikan keterangan usai melaporkan kasus dugaan pencatutan identitas di Polres Kuningan, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Tercatat di Samsat, Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari

Whisnu Mardiansyah • 16 April 2026 23:05

Kuningan: Seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rizal Nurdimansyah, 39, melaporkan dugaan pencatutan identitas ke polisi. Pelaporan ini dilakukan setelah namanya tercatat sebagai pembeli mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta yang harganya mencapai miliaran rupiah.

Rizal mengatakan laporan tersebut sudah disampaikan ke Polres Kuningan pada Kamis, 16 April 2026. Ia memastikan terlebih dahulu adanya data kendaraan atas namanya di Kantor Samsat setempat.

"Yang pertama mungkin ini termasuk penyalahgunaan identitas yang dipakai untuk pembelian Ferrari. Saya harap kejadian ini tidak terjadi lagi ke warga Kuningan," kata Rizal saat dikonfirmasi di Kuningan seperti dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.

Ia mengaku khawatir harus menanggung beban pajak kendaraan yang nilainya sangat besar, meskipun tidak pernah melakukan pembelian tersebut.  Rizal menjelaskan peristiwa itu bermula pada 2 April 2026. Saat itu, dirinya menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal yang meminta data KTP untuk keperluan pembelian mobil.

Meski telah menolak, ia kemudian mendapat informasi dari perangkat desa pada Senin, 13 April 2026, bahwa namanya tercatat dalam transaksi pembelian mobil mewah tersebut. Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Rizal mendatangi kantor Samsat dan melakukan pengecekan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK).
 


"Hasilnya ternyata benar, ada tiga kendaraan, dua mobil dan satu motor. Salah satunya Ferrari, itu bukan milik saya," katanya.

Ia mengaku kaget dan segera mengambil langkah pemblokiran data kendaraan guna menghindari risiko lebih lanjut. "Saya blokir lewat aplikasi setelah diarahkan petugas, karena itu bukan milik saya," ujarnya.

Selain risiko pajak, Rizal juga mengkhawatirkan potensi implikasi hukum jika kendaraan tersebut digunakan untuk hal-hal yang melanggar hukum. Ia menegaskan tidak pernah membuat surat pernyataan maupun memberikan data pribadi untuk transaksi tersebut.


Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal Polres Kuningan, Iptu Abdul Aziz, membenarkan laporan yang masuk pada hari itu dan menyatakan kasus tengah ditangani. Ia menambahkan, berdasarkan laporan awal, kasus tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana pemalsuan identitas. Kasus ini kini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.

"Pelapor sudah datang dan membuat laporan, selanjutnya kami akan lakukan proses penyelidikan," kata Abdul Aziz.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)