Santri di Ponpes Modern Alfatihah terlihat sibuk mengelola ribuan hewan ternak. (Metrotvnews.com/ Triawati)
Ponpes di Boyolali Ini Cetak Santri Ahli Kitab Sekaligus Pengusaha Ternak
Triawati Prihatsari • 19 April 2026 22:39
Boyolali: Pondok pesantren (ponpes) indentik dengan pendidikan keagamaan dan religius yang tidak jarang menjadikan anak didik sebagai guru ataupun tokoh agama. Para santri biasanya terlihat sibuk membaca kitab kuning atau kegiatan keagamaan lain.
Namun berbeda dengan Ponpes di Boyolali ini, Ponpes Modern Alfatihah. Santri di Ponpes yang ada di Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini terlihat sibuk mengelola ribuan hewan ternak yang ada di lingkungan ponpes.
"Produksi susu sapi kami 22 liter per hari. Program ini sudah mulai sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Kami berharap program ini mampu memberikan bekal nyata pada santri agar tidak gagap saat kembali ke masyarakat," ujar Kepala Kandang Alfatihah Farm, Abdullah Adim Baqi, di Boyolali, Minggu, 19 April 2026.
Baca Juga :
Pemerintah Percepat Penerimaan MBG di Pesantren
Dikelola dengan sebutan Alfatihah Farm, para santri tidak hanya mendapatkan ilmu agama, namun juga memperoleh keterampilan beternak modern. Alfatihah Farm memiliki 5.000 ekor domba berbagai diantaranya jenis Dombos, Domba Tanduk, dan Cross.
Tidak hanya itu, para santri juga mengelola kambing Jawa hingga sapi Simental, Limosin, serta FH. Bangun tidur usai Salat Subuh dan menghafal Al-Qur'an, para santri diajak memberi pakan ternak hingga memerah susu sapi.

Santri di Ponpes Modern Alfatihah terlihat sibuk mengelola ribuan hewan ternak. (Metrotvnews.com/ Triawati)
Selain itu, Alfatihah Farm juga memproduksi abon daging domba. Dijual dengan harga Rp50 ribu per 250 gram, penjualan abon domba menjadi salah satu wujud pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pembentukan program Alfatihah Farm berawal dari kebutuhan memberikan keterampilan yang bisa menjadi sumber kehidupan bagi santri. Santri dirancang tidak hanya mendapatkan bekal ilmu agama, namun juga ketrampilan yang dapat direalisasikan di masyarakat.
"Awalnya dari kebutuhan agar santri dapat bekal nyata. Jadi bukan sekadar belajar ilmu agama, tetapi juga kita siapkan agar santri itu siap terjun ke masyarakat langsung, dapat bertanggung jawab secara ekonomi maupun sosial. Tujuan kita sebenarnya ingin mencetak santri yang berkarakter dan punya keterampilan ternak juga," imbuh Abdullah.

Santri di Ponpes Modern Alfatihah terlihat sibuk mengelola ribuan hewan ternak. (Metrotvnews.com/ Triawati)
Salah satu santri, Rajas Isa Putra mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dengan menyelami kesibukannya sebagai "peternak" di Alfatihah Farm. Kini, ia mahir mendeteksi hewan sakit dan sehat.
"Di sini terbagi menjadi dua, ngaji ada, praktik lapangan juga ada. Awalnya lumayan sulit karena saya anak rumahan banget, enggak terbiasa terjun langsung mengurus sapi. Tapi di sini banyak banget ilmu yang didapat, terutama kerja sama tim dan ilmu peternakan. Insya Allah kalau sudah lulus, saya akan buat bisnis sendiri, jadi enterpreneur," ungkap Rajas.