Warga Bengkulu Diminta Waspada Angin Kencang dalam Beberapa Hari ke Depan

Petugas BMKG Stasiun Fatmawati Bengkulu saat menunjukkan aktivitas angin dan cuaca di Provinsi Bengkulu, Kamis, 1 Januari 2025. ANTARA/Anggi Mayasari

Warga Bengkulu Diminta Waspada Angin Kencang dalam Beberapa Hari ke Depan

Silvana Febiari • 1 January 2026 15:44

Kota Bengkulu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 50 kilometer per jam dan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Untuk hari ini masih ada potensi angin kencang sampai dengan 50 km per jam atau antara 26 hingga 27 knot," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Intan Rahma, dikutip dari Antara, Kamis, 1 Januari 2026.

Selain potensi angin kencang, beberapa hari ke depan masih berpeluang terjadi hujan ringan hingga sedang. Hujan ini kemungkinan disertai kilat atau petir serta angin kencang yang merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
 


Ketinggian gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter di perairan Bengkulu hingga Enggano. Sementara di Samudra Hindia bagian barat Bengkulu, gelombang bisa mencapai 2,5 meter.

Untuk itu, Intan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Masyarakat juga diminta tetap tenang, namun sigap dalam mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berjalan aman.

BMKG Bengkulu mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi, seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG, serta layanan call center Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu. Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.


Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews


Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melaksanakan latihan simulasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Simulasi tersebut dilakukan mendekati kondisi nyata di lapangan, mulai dari evakuasi korban tenggelam, penanganan ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, penyelamatan menggunakan tali dari jembatan, dan lainnya.

"Seperti kita ketahui, bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pelajaran bagi kita semua. Maka kami berupaya melakukan mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk. Hari ini kita gelar apel siaga dan dilanjutkan dengan simulasi," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Simulasi tersebut dilakukan bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial, dan lainnya sebagai upaya preventif dan antisipatif dalam menghadapi potensi bencana.

Di sisi lain, Dedy juga mengecek kesiapan peralatan kebencanaan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seperti perahu karet, chainsaw, mobil logistik, mobil dapur, hingga kesiapan dapur umum. Tujuannya guna memastikan alat-alat kebencanaan dalam keadaan baik dan dapat digunakan saat terjadi bencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)