Lebih dari 520.000 orang berkumpul di Jembatan Galata, Istanbul untuk aksi solidaritas bagi Palestina. Foto: Anadolu
Setengah Juta Orang Padati Jembatan Galata Istanbul Demonstrasi Dukung Palestina
Fajar Nugraha • 2 January 2026 17:11
Istanbul: Pada Kamis, 1 Januari, lebih dari 520.000 orang berkumpul di Jembatan Galata, Istanbul, Turki untuk mengikuti aksi solidaritas besar-besaran mendukung Palestina. Demonstrasi yang bertepatan dengan hari pertama tahun baru 2026 ini diorganisasi oleh Humanity Alliance dan National Will Platform guna menuntut penghentian genosida di Gaza.
Aksi ini melibatkan lebih dari 400 organisasi kemasyarakatan yang dipimpin oleh Yayasan Pemuda Turki (TUGVA). Mengusung slogan “Kami tidak akan gentar, kami tidak akan diam, kami tidak akan melupakan Palestina,” massa menyuarakan kecaman terhadap kekerasan yang terus berlanjut di wilayah pendudukan.
Partisipan mulai berkumpul sejak sebelum waktu subuh di masjid-masjid ikonik Istanbul, seperti Masjid Agung Hagia Sophia dan Masjid Biru (Sultanahmet). Meski suhu berada di titik beku, antusiasme warga tetap tinggi dengan massa berjalan kaki dari berbagai titik pertemuan menuju Jembatan Galata, sementara sebagian lainnya tiba menggunakan perahu sembari menyalakan suar dan mengibarkan bendera Turki serta Palestina.
Sejumlah menteri kabinet Turki, pejabat tinggi, serta tokoh publik turut serta dalam longmars yang dimulai pukul 08.30 waktu setempat. Wakil Presiden Turki, Cevdet Yilmaz, melalui pesan resminya menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi dan individu yang berkontribusi dalam aksi tersebut.
"Memulai tahun baru dengan doa bersama untuk Palestina di masjid-masjid memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia mengatakan, harapan dan doa nya agar 2026 membawa kebaikan bagi bangsa kami dan kemerdekaan bagi saudara-saudara kami di Palestina serta Yerusalem," ujar Ketua Dewan Penasihat Tinggi TUGVA, Bilal Erdogan, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 2 Januari 2026.
Dalam orasi di atas jembatan, Ketua TUGVA, Ibrahim Besinci, memaparkan data tragis dari Gaza. Ia menyebutkan bahwa selama 27 bulan terakhir, setidaknya 70.000 warga sipil telah tewas dan 210.000 ton bom telah dijatuhkan oleh Israel di wilayah tersebut.
Aksi ini juga menampilkan instalasi seni berjudul "Roots" (Akar) yang melambangkan perlawanan budaya Palestina di atas reruntuhan. Acara dimeriahkan oleh penampilan musisi internasional, termasuk Maher Zain, yang menyanyikan lagu-lagu bertema kemanusiaan.
Dukungan terhadap aksi ini tidak hanya datang dari kalangan aktivis, tetapi juga dari petinggi klub olahraga besar Turki seperti Besiktas, Galatasaray, dan Trabzonspor. Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada 10 Oktober lalu, krisis kemanusiaan di Gaza dilaporkan masih memburuk dengan jumlah korban tewas yang terus bertambah.
(Kelvin Yurcel)