Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMAN 1 Kroya Bijak Gunakan AI

Polresta Cilacap membekali pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan pemahaman mengenai Artificial Intelligence (AI). Dokumentasi/ Istimewa

Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMAN 1 Kroya Bijak Gunakan AI

Silvana Febiari • 11 September 2026 16:24

Cilacap: Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penggunaannya perlu diimbangi pemahaman dan sikap kritis terhadap teknologi.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengatakan perkembangan teknologi ini perlu diikuti dengan kemampuan generasi muda dalam menggunakannya secara bijak. 

“AI bisa menjadi sarana yang sangat membantu untuk belajar dan mencari informasi. Namun, jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita lupa untuk berpikir kritis. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum dipercaya atau dibagikan,” kata Yovan di Cilacap, dikutip Jumat, 11 September 2026. 


Melihat hal tersebut, Polresta Cilacap mengambil langkah nyata dengan membekali pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan pemahaman mengenai AI. Mulai dari manfaat dan risikonya hingga cara mengenali informasi palsu dan hoaks di ruang digital, Kamis, 10 September 2026. 

Melalui kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut, siswa diperkenalkan pada perkembangan AI dan cara memanfaatkannya secara positif dan bertanggung jawab. Polresta Cilacap juga mendorong siswa berpikir kritis sebelum mempercayai, menggunakan, atau menyebarkan informasi.

Pesan tersebut sejalan dengan upaya membangun kebiasaan positif di kalangan siswa dalam menggunakan teknologi di kehidupan sehari-hari. 

Kabag SDM Polresta Cilacap Kompol Huda Syafi'i mengatakan edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan positif siswa dalam menggunakan teknologi di kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin setelah kegiatan ini para siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan AI, berani mempertanyakan informasi yang diragukan, dan tidak terburu-buru membagikan sesuatu sebelum memastikan kebenarannya,” ujar Huda. 

Antusiasme terlihat dari para siswa selama mengikuti sosialisasi. Kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai AI, terutama tentang manfaat dan risiko penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Para pelajar juga diajak memahami bahwa AI dapat membantu proses belajar dan aktivitas sehari-hari. Namun, tetap perlu digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. 

Materi sosialisasi disampaikan trainer bersertifikat AI dari Senopaty Institute. Para pelajar diajak memahami AI sebagai teknologi yang bermanfaat sekaligus menggunakannya secara bijak serta mampu memilah informasi yang benar dan salah di ruang digital.

Upaya tersebut turut didukung PT Etos Kreatif Indonesia melalui Etawalin. Dukungan ini menjadi bagian dari edukasi bagi generasi muda agar siap menghadapi perkembangan teknologi.

Kolaborasi ini mendorong pelajar memanfaatkan AI untuk belajar, mencari informasi, dan mengembangkan potensi. Mereka juga dibekali pemahaman tentang etika, keamanan, serta pentingnya menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh informasi keliru.


Polresta Cilacap membekali pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan pemahaman mengenai Artificial Intelligence (AI). Dokumentasi/ Istimewa


Direktur HCM & Support Service PT Etos Kreatif Indonesia Achmad Subarkah mengatakan edukasi AI penting diberikan sejak bangku sekolah. Menurutnya, pelajar perlu memahami cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, bukan sekadar menjadi pengguna.

“Kami ingin anak-anak mengenal AI sebagai alat yang bisa membantu mereka belajar dan berkembang, tetapi tetap punya kemampuan untuk berpikir kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang mereka temukan,” ungkapnya. 

Kolaborasi dan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Bagi Polresta Cilacap, menjaga generasi muda di era digital bukan hanya tentang melindungi mereka dari berbagai risiko di dunia nyata, tetapi juga membekali mereka agar mampu menjaga diri di ruang digital. 

Dari ruang kelas SMAN 1 Kroya, pesan itu disampaikan: teknologi boleh semakin canggih, tetapi penggunanya harus tetap kritis, bijak, dan bertanggung jawab.

(Silvana Febiari)